BISNIS DAILY, PONTIANAK – Di dunia fashion mewah, nama Hermès hampir selalu identik dengan harga fantastis. Tasnya bisa dibanderol ratusan juta hingga miliaran rupiah. Tapi pertanyaannya, kenapa bisa semahal itu?
Jawabannya ternyata bukan cuma soal merek, tapi juga soal proses dan eksklusivitas.
Berbeda dengan tas pada umumnya yang diproduksi massal, tas Hermès dibuat dengan tangan oleh satu pengrajin khusus. Prosesnya pun tidak sebentar, bisa memakan waktu hingga puluhan jam untuk satu tas saja. Hasilnya, setiap tas punya kualitas detail yang sangat tinggi dan tidak sembarangan.
Model ikonik seperti Birkin dan Kelly bahkan dikenal sulit didapat. Tidak semua orang bisa langsung membeli, karena biasanya harus masuk daftar tunggu atau punya riwayat belanja tertentu di butik mereka.
Selain itu, bahan yang digunakan juga bukan kaleng-kaleng. Hermès menggunakan kulit premium dengan kualitas terbaik, bahkan beberapa seri memakai kulit eksotis yang harganya jauh lebih tinggi. Hal ini membuat tas tidak hanya terlihat mewah, tapi juga tahan lama.
Menariknya, tas Hermès juga sering dianggap sebagai investasi. Harganya cenderung stabil, bahkan bisa naik seiring waktu. Tidak sedikit kolektor yang justru menjual kembali tas mereka dengan harga lebih tinggi dari saat membeli.
Fenomena ini membuat Hermès bukan lagi sekadar produk fashion, tapi sudah masuk kategori simbol status. Tas ini sering terlihat di kalangan selebriti, sosialita, hingga kolektor barang mewah.
Jadi, mahalnya tas Hermès bukan tanpa alasan. Di balik harganya yang tinggi, ada kombinasi antara kualitas, proses pembuatan, dan eksklusivitas yang sulit ditandingi brand lain. (*)