Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Selat Hormuz Memanas, Ekonom: Indonesia Terancam Dampak Energi dan Inflasi

17 March 2026
 

BISNIS DAILY, PONTIANAK - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat dan memicu kekhawatiran pasar global. Jalur strategis yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia ini dinilai berpotensi memberi dampak luas, termasuk bagi Indonesia.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai setiap eskalasi di Selat Hormuz akan langsung mempengaruhi harga energi global.

“Selat Hormuz adalah jalur vital. Sedikit saja gangguan, harga minyak bisa langsung melonjak karena pasar merespons risiko terganggunya pasokan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lonjakan harga minyak dunia akan berdampak berantai terhadap perekonomian, mulai dari meningkatnya biaya transportasi hingga tekanan terhadap inflasi.

Senada, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap gejolak di kawasan tersebut.

“Indonesia masih bergantung pada impor minyak. Kalau harga minyak naik, otomatis beban subsidi energi meningkat dan tekanan terhadap APBN makin besar,” katanya.

Menurut Faisal, dampak lainnya juga akan terasa pada nilai tukar rupiah. Ketidakpastian global biasanya mendorong investor beralih ke aset aman seperti dolar AS.

“Ini bisa menyebabkan rupiah melemah dan pada akhirnya meningkatkan harga barang impor,” tambahnya.

Sementara itu, pengamat maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Saut Gurning, menyoroti potensi gangguan pada jalur distribusi global jika situasi terus memanas.

“Kenaikan premi asuransi kapal dan potensi keterlambatan pengiriman akan meningkatkan biaya logistik global,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak tersebut tidak hanya dirasakan negara-negara besar, tetapi juga negara berkembang yang bergantung pada stabilitas rantai pasok internasional.

Meski belum terjadi penutupan jalur, para ahli sepakat bahwa sentimen pasar sudah cukup untuk memicu gejolak harga. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah.

Dengan posisi strategisnya, Selat Hormuz kembali menjadi titik krusial yang dapat menentukan arah pergerakan ekonomi global dalam waktu dekat. (*)

Prev Article
Selat Hormuz Memanas, Ancaman Kenaikan Harga Energi dan Tekanan Ekonomi Global Menguat
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: