Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Berikut 10 Keuntungan Jika Kamu Berinvestasi di Tas Hermès, Apa Aja? Yuk Cek di Sini

19 March 2026

BISNIS DAILY, PONTIANAK - Dulu orang beli tas mahal mungkin cuma untuk gaya. Tapi sekarang, cerita sudah berubah. Di tangan yang tepat, tas Hermès bukan cuma pelengkap outfit, tapi bisa jadi “aset berjalan” yang nilainya terus naik.

Fenomena ini makin ramai dibicarakan, terutama di kalangan kolektor dan pecinta fashion. Tas-tas ikonik seperti Birkin dan Kelly bahkan disebut-sebut punya performa yang tidak kalah dari investasi konvensional.

Lalu, sebenarnya apa saja yang bikin tas Hermès ini dilirik sebagai ladang cuan? Berikut 10 alasannya.

Pertama, harga yang cenderung naik, bukan turun. Berbeda dengan kebanyakan barang fashion yang nilainya menyusut setelah dibeli, tas Hermès justru sering mengalami kenaikan harga, terutama untuk model langka.

Kedua, kelangkaan yang sengaja dijaga. Hermès tidak memproduksi tas secara massal. Ini membuat permintaan selalu lebih tinggi dari stok, dan otomatis menjaga harga tetap tinggi.

Ketiga, punya pasar kolektor yang kuat. Tas ini bukan cuma dibeli untuk dipakai, tapi juga dikoleksi. Bahkan ada komunitas global yang berburu seri tertentu.

Keempat, mudah dijual kembali. Di pasar resale internasional, tas Hermès termasuk yang paling cepat laku karena peminatnya banyak.

Kelima, bisa jadi alternatif investasi. Buat yang ingin diversifikasi, tas ini bisa jadi pilihan selain emas atau properti.

Keenam, bisa dipakai tanpa kehilangan nilai. Ini yang unik. Kamu bisa tetap tampil gaya, tapi nilai tasnya tetap terjaga.

Ketujuh, kualitasnya tahan lama. Dibuat dengan tangan dan bahan premium, tas ini bisa bertahan bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.

Kedelapan, brand-nya sudah mendunia. Nama Hermès punya kekuatan global, yang otomatis menjaga harga tetap stabil di berbagai negara.

Kesembilan, harga resmi terus naik tiap tahun. Kenaikan harga dari brand langsung ikut mendorong harga di pasar second.

Kesepuluh, ada nilai prestise. Selain cuan, ada juga “nilai sosial” yang tidak bisa diabaikan—status, eksklusivitas, dan gengsi.

Pada akhirnya, tas Hermès menunjukkan bahwa batas antara gaya dan investasi kini makin tipis. Apa yang dulu dianggap konsumtif, sekarang justru bisa jadi strategi finansial.

Jadi, kalau dulu orang bilang beli tas mahal itu boros, mungkin sekarang perlu ditanya lagi:
boros… atau justru investasi? (*)

Prev Article
Nilai Ekonomi Tas Hermès Menguat, Dari Fashion Item Jadi Aset Investasi Bernilai Tinggi

Related to this topic: