Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Dewan Federal Swiss Bekukan Semua Aset Maduro, Berlaku 4 Tahun

06 January 2026

Bisnis Daily, JAKARTA - Dewan Federal Swiss mengumumkan pembekuan semua aset terkait Presiden Venezuela, Nicolas Maduro yang ditangkap Amerika Serikat (AS) di Caracas, Sabtu (3/1/2025).

Dewan Federal Swiss menetapkan pembekuan aset tersebut berlaku serta-merta pada Senin dan tetap berlaku selama 4 tahun hingga ada keputusan selanjutnya.

Dalam pengumumannya pada Senin (5/1/2025), Dewan Federal hendak memastikan aset apapun yang diperoleh secara ilegal tak akan bisa ditransfer keluar dari Swiss dalam kondisi saat ini.

"Menurut UU Federal tentang Pembekuan dan Restitusi Aset Ilegal yang Dikuasai Orang yang Terpapar Politik Asing (FIAA), dengan ini diputuskan, sebagai langkah pencegahan, untuk membekukan semua aset di Swiss yang dikuasai Maduro dan orang-orang lain yang terasosiasi dengannya," ucap badan itu, dilansir dari Anadolu, Selasa (6/1/2025).

Selain itu, Dewan Federal Swiss menegaskan, pembekuan aset tak berdampak pada anggota pemerintahan lain di Venezuela dan merupakan penambahan dari sanksi terhadap Venezuela yang berlaku sejak 2018 atas dasar UU Embargo.

"Pembekuan aset terbaru ini mengincar individu yang belum disanksi Swiss," kata Dewan Federal Swiss.

Dewan pemimpin kolektif Swiss itu mengatakan, pembekuan aset tidak terkait dengan "alasan di belakang jatuhnya Maduro dari kekuasaan" dan "tidak pula mempertanyakan apakah kejatuhan dari kekuasaan tersebut berlangsung sesuai atau tidak sesuai dengan hukum internasional".

Badan itu menyampaikan, faktor penentunya adalah "kejatuhan dari kekuasaan telah terjadi" dan "ada kemungkinan bahwa negara asal akan melakukan langkah hukum di masa mendatang terkait aset yang diperoleh secara ilegal".

"Apabila proses hukum di masa mendatang mengungkapkan bahwa dana tersebut diperoleh secara ilegal, Swiss akan berupaya memastikan dana tersebut akan bermanfaat bagi rakyat Venezuela," demikian pernyataan tersebut.

Pada Sabtu (3/1), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi militer AS berskala besar terhadap Venezuela berujung pada penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya. Ia bersumpah akan menegaskan kendali AS di Venezuela untuk sementara waktu, termasuk dengan mengerahkan personel militer AS apabila diperlukan.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di New York pada Sabtu malam dan ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn.

Keduanya menghadapi dakwaan federal di Amerika Serikat terkait perdagangan narkoba serta dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang ditetapkan sebagai organisasi teroris. Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut.

 

Prev Article
Eskalasi Politik AS-Venezuela Belum Pengaruhi Harga Minyak Impor Indonesia
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: