Bisnis Daily, JAKARTA – Brazil siap menjadi pemasok kacang kedelai untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Atase Pertanian Kedutaan Besar (Kedubes) Brazil di Jakarta, Carlos Turchetto mengatakan, implementasi program MBG merupakan peluang ekspor yang baik bagi produk asal Brazil. Oleh karenanya, Brasil pun berkomitmen untuk mengekspor produk kacang kedelai dengan harga dan kualitas yang baik.
"Kami tahu tempe dan tahu adalah menu yang sangat penting dalam program (MBG) ini dan Brasil siap membantu dengan suplai kacang kedelai," katanya, dilansir dari Antara, di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, pasokan kedelai dari Brazil juga dapat membantu menjaga stok dan menekan inflasi harga komoditas tersebut di pasar domestik.
Selain itu, Brazil juga telah banyak berdiskusi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengenai komoditas apa saja yang dapat diimpor dari Brazil untuk membantu pemerintah menjamin ketersediaan pangan untuk program MBG maupun masyarakat pada umumnya. Termasuk siap mengekspor daging sapi dan unggas jika dibutuhkan. Apalagi, Brazil merupakan salah satu sumber daging halal impor bagi Indonesia, terutama daging sapi.
Sementara itu, Indonesia dan Brazil sudah memiliki kerja sama akreditasi halal. Terdapat tiga lembaga akreditasi halal swasta di Brazil yang sudah diakui oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Tidak hanya itu, jumlah perusahaan Brazil yang memperoleh izin untuk mengeskpor daging ke Indonesia meningkat pesat pada tahun lalu.
Saat ini, terdapat 52 perusahaan Brazil yang sudah disetujui untuk melakukan ekspor ke Indonesia. Dan bulan lalu, Kementerian Pertanian Indonesia mengirim beberapa auditor ke Brazil untuk menginspeksi 21 perusahaan lagi.
Melalui proses akreditasi tersebut, Carlos berharap tidak lama lagi jumlah perusahaan Brazil yang dapat melakukan ekspor ke Indonesia akan semakin bertambah.
Carlos menilai hubungan kerja sama perdagangan yang semakin erat antara kedua negara merupakan salah satu dampak positif dari bergabungnya Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada 6 Januari 2025.
"Pendekatan antarnegara di forum seperti BRICS dan persahabatan antara presiden kita itu sangat penting bagi perdagangan karena saya percaya hal tersebut membuat urusan birokrasi menjadi lebih mudah diselesaikan oleh kedua belah pihak," pungkas dia.