BISNIS DAILY, PONTIANAK - Harga plastik dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan di berbagai sektor. Mulai dari kemasan makanan hinggakebutuhan industri, lonjakan harga ini mulai dirasakan pelaku usaha dan masyarakat.
Kenaikan harga plastik tidak terjadi tanpa sebab. Ada sejumlah faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut, terutama karena plastik berasal dari turunan minyak bumi.
• Harga Minyak Dunia Naik
Plastik dibuat dari bahan petrokimia yang berasal dari minyak bumi. Ketika harga minyak dunia, seperti Brent Crude dan West Texas Intermediate, naik, maka biaya produksi plastik ikut meningkat.
• Bahan Baku Petrokimia Terbatas
Bahan dasar plastik seperti etilena dan propilena mengalami tekanan pasokan. Hal ini bisa disebabkan oleh:
- Gangguan produksi
- Perawatan kilang
- Pembatasan ekspor
• Permintaan Tinggi
Kebutuhan plastik terus meningkat, terutama untuk:
- Kemasan makanan & minuman
- E-commerce (bungkus pengiriman)
- Industri manufaktur
Permintaan tinggi ini membuat harga ikut terdorong naik.
• Biaya Produksi dan Energi
Pabrik plastik membutuhkan energi besar. Saat harga energi naik, biaya produksi juga meningkat, yang akhirnya dibebankan ke harga jual.
• Kebijakan Lingkungan
Sejumlah negara mulai membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Dampaknya:
- Produksi berkurang
- Biaya pengolahan dan daur ulang meningkat
• Gangguan Distribusi
Masalah logistik global seperti:
- Keterlambatan pengiriman
- Biaya transportasi naik
juga ikut memengaruhi harga plastik di pasaran.
Dampaknya ke Masyarakat
Kenaikan harga plastik bisa berdampak pada:
- Harga makanan & minuman kemasan naik
- Biaya produksi UMKM meningkat
- Harga barang konsumsi ikut terdorong naik
Harga plastik mahal karena kombinasi: Harga minyak naik, bahan baku terbatas, permintaan tinggi hingga biaya produksi meningkat. Artinya, selama harga energi global masih tidak stabil, harga plastik juga berpotensi tetap tinggi.