Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Komitmen Bakti TJSL, PTP Nonpetikemas Fokus Tiga Program Prioritas

19 May 2026

Bisnisdaily.com - “Bahagia rasanya. Pelindo mengundang kami ke Jakarta untuk ikut pelatihan ‘Fashion Illustrator’. Pelatihan ini sangat sesuai dengan kebutuhan kami. Karena sebagai pengusaha, kami mengawali hanya dari hobi. Otodidak. Tidak belajar teori-teori fashion yang seharusnya. Lewat pelatihan itu, kami ingin mempelajari bagaimana mix and match kain, misalnya untuk orang yang punya tubuh besar,” ujar Metta Prabha Dewi, pemilik butik asesoris dan tenun JB Ethnic yang berpusat di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Metta menambahkan, Pelindo juga sering memfasilitasi JB Ethnic mengikuti pameran kriya yang bertujuan menembus pasar ekspor. “Misalnya ajang INACRAFT 2026 di JICC, Senayan, Jakarta. Sebagai UMK binaan, kami mengapresiasi upaya Pelindo, terutama dalam membantu dan memperluas pemasaran produk. Harapannya kedepan, Pelindo juga memfasilitasi pemasaran produk kami hingga ke luar negeri. Go Global,” semangatnya kepada Bisnis Daily (30/4/2026).

 

Metta Prabha Dewi, pemilik JB Ethnic, UMK binaan Pelindo. (Foto: Metta Prabha Dewi)

 

JB Ethnic memproduksi suvenir, aksesori, fashion dan lainnya, berbahan dasar kain tenun tradisional NTT. “Ada tas, topi, baju, rok dan masih banyak lagi. Sisa-sisa kain tenun atau perca, kami buat juga menjadi asesoris. Pelindo memfasilitasi penjualan produk-produk kami melalui vending machine UMK (Usaha Menengah Kecil). Mesin Penjualan Otomatis ini  menyediakan juga produk UMK binaan Pelindo lainnya. Lokasi vending machine UMK ini, salah satunya ada di destinasi wisata super prioritas Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, yang punya arus wisatawan tinggi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Liza Lestari, pemilik Kallama Art yang berlokasi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. UMK binaan Pelindo ini bergerak di bidang kerajinan tangan. Produknya berbagai aksesori khusus wanita, seperti gelang, kalung, bros, anting, tas, kantong dan lainnya. Asesoris wanita handmade ini menggunakan kawat tembaga dan batu-batuan natural asli Indonesia.

“Kami senang karena sudah menjadi binaan Pelindo sejak 2024. Usai lolos tahapan seleksi, kami lalu  mengikuti sejumlah pelatihan, diantaranya Akuntansi dan Keuangan, Bahasa Inggris, dan packaging produk. Semua tema-tema pelatihan yang diselenggarakan Pelindo sangat tepat. Sesuai dengan kebutuhan yang kami harapkan ,” tutur Liza kepada Bisnis Daily (30/4/2026).

 

Liza Lestari, pemilik Kallama Art, UMK binaan Pelindo. (Foto: Liza Lestari)

 

Liza bersyukur Pelindo telah memberi dukungan penuh demi kemajuan Kallama Art sebagai UMK binaan. “Malah kedepannya akan ada pelatihan bertema Digital Marketing. Tema ini sejalan dengan perkembangan bisnis saat ini. Harapan lain, semoga Pelindo bisa men-support Kallama Art untuk berpartisipasi di pameran bertaraf nasional dan global,” pintanya seraya menyebutkan produk-produk Kallama Art telah hadir di gerai Local Pride Spot (LPS), Pelindo Tower, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sementara itu, Fia Mirtasari sang pemilik brand Art in Heart, UMK binaan Pelindo mengatakan, serangkaian pelatihan wirausaha yang diselenggarakan Pelindo sangat aplikatif. “Alhamdulillah, ilmu-ilmu yang disampaikan para mentor ketika dipraktikkan begitu membantu usaha kami. Banyak yang awalnya kami kurang mengerti, kemudian sesudah ikut pelatihan menjadi semakin memahaminya. Boleh dibilang, berbagai pelatihan itu menunjang pertumbuhan UMK bahkan imut seperti Art in Heart,” akunya seraya menambahkan usahanya bergabung menjadi UMK binaan Pelindo sejak Juli 2024. 

Berbagai produk kerajinan tangan yang dihasilkan Art in Heart adalah hand-drawn batikmini flexy handbag, aneka totebag, dompet, aneka topi, devided pouchhalf moon bag, wadah kaca gaya, batik beach hat, hijab ecoprint dan masih banyak lagi.

 

Fia Mirtasari (kiri), pemilik Art in Heart, UMK binaan Pelindo bersama seorang pembeli di Local Pride Spot. (Foto: Fia Mirtasari)

 

“Ketika lolos seleksi untuk menjadi UMK binaan Pelindo, ada sekitar 60 UMK yang kemudian langsung mengikuti pelatihan ‘Great Maritimepreneur’ secara offline selama dua hari. Selanjutnya, dalam masa kurasi, ada berbagai pelatihan secara online seperti Digital Marketing yang bertujuan memaksimalkan pemasaran menggunakan jejaring media sosial. Ada juga pelatihan Akuntansi untuk Usaha yang bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lalu, pelatihan Bahasa Inggris untuk bisnis,” tuturnya bahagia kepada Bisnis Daily (30/4/2026).

Fia menuturkan, Pelindo memfasilitasi Art in Heart berpartisipasi dalam berbagai pameran bisnis, seperti INACRAFT dan bazaar-bazaar yang digelar di lingkungan Pelindo Pusat maupun Pelindo Regional 2 Tanjung Priok. Selain itu, produk-produk Arti in Heart juga dipasarkan melalui LPS di Tanjung Priok. 

“Senang sekali tentu saja. Terima kasih atas dukungan Pelindo selama ini. Dukung terus pembinaan dan pemberdayaan UMK Indonesia, termasuk Art in Heart,” serunya sambil menyebut UMK binaan Pelindo juga dilibatkan acara talkshow Peringatan ‘Hari Kartini’ bertema ‘Her Impact’ pada 21 April 2026.

 

Vending Machine yang menjual aneka produk UMK binaan Pelindo di Marina Labuan Bajo, NTT. (Foto: Metta Prabha Dewi)

 

‘Her Impact’ diikuti para perempuan pelaku UMK binaan Pelindo dan menjadi bagian dari komitmen Perusahaan mendorong terciptanya kemandirian ekonomi perempuan. Para peserta dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan platform digital, strategi komunikasi pemasaran, serta peningkatan keterampilan dalam menciptakan konten-konten kreatif yang efektif sebagai sarana memperluas jangkauan promosi usaha.

Program ‘Her Impact’ merupakan wujud nyata atas komitmen Pelindo Group mendorong pemberdayaan perempuan pelaku UMK agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan daya saing usaha.

Terkait LPS, gerai ini dirancang untuk memberikan akses pasar yang lebih luas bagi seluruh UMK binaan, sehingga mereka bisa bersaing di tingkat nasional. Gerai-gerai LPS juga menjadi sarana pengusaha lokal memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Ini juga merupakan salah satu wujud nyata Pelindo mendukung pertumbuhan UMK di Indonesia. Pelindo kini memiliki dua gerai LPS, yakni di Pelindo Tower yang dibuka sejak Maret 2024, dan di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang mulai beroperasi Maret 2025.

 

Partisipasi produk UMK binaan Pelindo dalam Pameran China-ASEAN Expo 2025 di Nanning International Convention and Exhibition Centre, Guangxi, Tiongkok. (Foto: IG @Local Pride Spot)

 

Di sisi lain, bila para UMK binaan Pelindo berharap produk-produk mereka bisa difasilitasi untuk Go Global, sebenarnya itu pula target dari program prioritas Pembinaan UMK. Apalagi Pelindo memang punya program bernama “Gedor Ekspor” atau Gerakan Dorong Ekspor UMK. 

Program “Gedor Ekspor” UMK bertujuan memberikan kesempatan kepada para mitra binaan Pelindo mendapatkan pembinaan dengan orientasi ekspor. Antara lain, pemberian pelatihan dasar pemasaran, peningkatan value produk, pemasaran kelas internasional, pemahaman dalam pengiriman barang dan distribusi ekspor, hingga melakukan business matching dengan pembeli (buyer) luar negeri.

Masih terkait upaya Pelindo mewujudkan asa produk-produk UMK binaannya Go Global, ada juga program pembukaan ruang pamer sekaligus kantor perwakilan permanen bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) Indonesia di Jepang. Namanya, House of Handicraft Indonesia in Tokyo atau HHT.

 

Produk UMK binaan Pelindo hadir di House of Handicraft Indonesia in Tokyo atau HHT. (Foto: pelindo.co.id)

 

HHT dirancang sebagai pusat promosi dan pemasaran produk kerajinan tangan (craft) Indonesia untuk menjangkau konsumen Jepang dan pasar global. Dengan keberadaan toko secara fisik sekaligus kantor operasional di Tokyo, UMK Indonesia semakin memiliki akses langsung ke sistem perdagangan Jepang.

Produk-produk yang dipamerkan di HHT juga tersedia secara online melalui situs www.handicraft.group dengan pilihan bahasa Jepang. Layanan ini memungkinkan konsumen lokal membeli produk kerajinan Indonesia dengan mudah, nyaman, menggunakan bahasa setempat dan platform yang akrab.

Para pelaku UMK binaan Pelindo yang mengelola tenant di Pelindo Tower juga sempat diikutsertakan pada pelatihan bertajuk “Developing Great Entrepreneur 2025”. Pelatihan selama lima hari ini diselenggarakan PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas. Tujuannya, mewujudkan komitmen Perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM, di lingkungan perusahaan.

Pelatihan ini juga mendukung program “Road to Developing Great SME”, yang mencakup coaching, pelatihan untuk UMK terpilih, pemasaran melalui LPS, integrasi dengan PaDi UMKM, serta penyusunan e-Catalog produk unggulan di sektor kerajinan, fesyen, dan makanan yang dikelola oleh Pelindo.

Selain pelatihan, para peserta juga mendapatkan sesi coaching dan mentoring. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu mereka mengembangkan usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

 

Pelatihan “Developing Great Entrepreneur 2025” oleh PTP Nonpetikemas. (Foto: ptp.co.id)

 

Dikutip dari laman resmi Korporasi, Fiona Sari Utami, Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas berharap, kegiatan ini dapat mempersiapkan peserta menjadi UMK yang mandiri. Apalagi materi pelatihannya sangat relate dengan kebutuhan para pelaku UMK, antara lain kewirausahaan, digitalisasi, manajemen keuangan, serta strategi branding dan packaging.

“Pelatihan ini merupakan komitmen kami dalam mendukung pengembangan UMK, terutama yang ada di lingkungan Perusahaan. Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha mereka,” kata Fiona.

PTP Nonpetikemas berharap melalui pelatihan ini, UMKM di sekitar perusahaan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pasar, serta dapat bersaing di era digital yang semakin kompetitif.

Program Akademi UMK PTP yang dimulai pada Semester II 2023 bertujuan menciptakan (pembibitan) pelaku UMK baru melalui pelatihan dan pendampingan kewirausahaan. Program ini juga berkontribusi pada sejumlah pilar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti No Poverty (Tanpa Kemiskinan), Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Quality Education (Pendidikan Berkualitas), Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

KOMITMEN TJSL

Pengembangan UMK binaan merupakan salah satu program prioritas dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo. Program ini menjadi kontribusi Pelindo dalam pemberdayaan terhadap UMKM, koperasi dan masyarakat yang dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI No. PER-05/ MBU/04/2021 tentang TJSL BUMN. Berdasarkan peraturan tersebut, BUMN bisa menerapkan TJSL melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil atau Program Pendanaan UMK, serta Bantuan dan/atau Kegiatan Lainnya.

 

PTP Nonpetikemas dukung Pelindo Multi Terminal Group Tanam 11 ribu bibit mangrove di Danau Siombak, Medan, Sumut (23/9/2025). (Foto: ptp.co.id)

 

Program prioritas Pengembangan UMK ini mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) yakni agenda pembangunan global untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan melindungi planet, melalui pencapaian 17 tujuan hingga 2030. Dalam konteks ini, menyasar TPB nomor 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; juga TPB nomor 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur.

Seperti yang dilakukan oleh PTP Nonpetikemas Cabang Palembang misalnya. Cabang ini terus menguatkan perannya dalam pelayanan sektor pelabuhan di dua wilayah kerja yaitu Pelabuhan Boom Baru dan Pelabuhan Sungai Lais. Sebagai salah satu cabang strategis, PTP Nonpetikemas Cabang Palembang memiliki peran vital dalam mendukung distribusi berbagai komoditas unggulan Sumatera Selatan, seperti CPO, batubara, hingga produk turunan industri. Dengan karakteristik pelabuhan sungai, cabang ini terus berinovasi untuk menghadirkan layanan operasional yang andal, efisien, dan berfokus pada kepuasan pelanggan.

Produk kerupuk khas Palembang yang dikembangkan oleh UMKM binaan Bank Indonesia Sumatera Selatan berhasil menembus pasar ekspor dengan pengiriman langsung melalui Pelabuhan Boom Baru sebanyak 17,1 ton. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam mendorong daya saing UMKM daerah sekaligus memperluas eksposur kuliner khas Sumatera Selatan di pasar internasional.

PTP Nonpetikemas juga menunjukkan TJSL melalui penyaluran bantuan alat produksi kepada UMKM di Palembang, “Pempek Pak Eko”. Bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen PTP Nonpetikemas guna mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas operasional UMKM terutama di sekitar wilayah kerja PTP Nonpetikemas.

Program prioritas TJSL lainnya adalah Peduli Pendidikan. Ini adalah upaya Pelindo dalam pemerataan pendidikan berkualitas agar anak-anak Indonesia mendapat kemudahan dan akses ilmu pengetahuan serta teknologi.

Sedangkan program prioritas Peduli Lingkungan menjadi wujud nyata Pelindo mendukung sepenuhnya komitmen Pemerintah dalam menangani pemanasan global dan perubahan iklim. Apalagi, sebagai korporasi yang bergerak di bidang jasa kepelabuhan dan logistik, Pelindo berpotensi besar terdampak negatif akibat pemanasan global dan perubahan iklim. Pemanasan global akan menyebabkan es di kutub utara mencair dan memicu kenaikan permukaan air laut sehingga wilayah atau bangunan yang berada di kawasan pantai berisiko terendam, bahkan tenggelam.

 

PTP Nonpetikemas salurkan bantuan TJSL untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara dan  Sumatera Barat. (Foto: ptp.co.id)

 

Komitmen dan kepedulian Pelindo mewujudkan kelestarian lingkungan juga dipengaruhi praktik operasional korporasi yang turut menyumbang emisi gas rumah kaca. Hal ini terutama diakibatkan penggunaan energi listrik dan bahan bakar minyak dalam operasional sehari-hari. 

Tidak hanya itu, jasa kepelabuhan dan logistik juga menghasilkan limbah, terutama sampah yang turut menyumbang emisi gas rumah kaca jika tidak dikelola secara baik. Dukungan Pelindo ini tidak lepas dari komitmen Perseroan untuk bergerak bersama pemangku kepentingan yang lain demi mewujudkan kelestarian lingkungan.

PRAKTIK TJSL PTP NONPETIKEMAS 2025

Laman resmi Pelindo menjabarkan, program TJSL PTP Nonpetikemas tahun 2025 menghadirkan inisiatif unggulan yang berfokus pada lingkungan, pendidikan, dan peningkatan kompetensi. Di antaranya penanaman mangrove di Danau Siombak, Medan, Sumatera Utara bersama PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Group, program EduPort di Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat untuk pengembangan talenta muda, serta sertifikasi pekerja harian guna menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten.

 

Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Tingkatkan Budaya K3, PTP Nonpetikemas gelar Awareness K3 dan bagikan APD kepada TKBM di Pelabuhan Jambi. (Foto: ptp.co.id)

 

Selain itu, perusahaan juga menjalankan PTP Peduli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Pelindo Mengajar, serta penyaluran bantuan bencana alam sebagai bentuk kepedulian sosial. Program-program ini mencerminkan komitmen PTP Nonpetikemas dalam memberikan dampak berkelanjutan.

Melalui program TJSL PTP EduPort, mahasiswa dilibatkan sebagai agen inovasi di Terminal Kijing. Program ini berkontribusi tidak hanya pada pengembangan SDM, tetapi juga pada perbaikan layanan dan produktivitas terminal, karena: pertama, Program TJSL PTP EduPort tidak hanya menjadi ruang magang bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi katalis pengembangan SDM dan peningkatan layanan di Terminal Kijing, karena para mahasiswa diberi kesempatan nyata untuk berkontribusi mengembangkan ide inovatif yang relevan dengan kebutuhan operasional pelabuhan, sementara pelibatan mereka sekaligus membuka perspektif baru yang memperkuat efisiensi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE); serta produktivitas.

Kedua, kontribusi ini terasa tidak hanya pada pengembangan kompetensi generasi muda yang siap pakai, tetapi juga harapannya dapat memperkaya cara berpikir di lingkungan kerja, sehingga kualitas layanan dan produktivitas terminal terus terjaga dan berkembang. 

 

TJSL PTP EduPort Magang Berkarya dan Inovasi, Mahasiswa Jadi Agen Inovasi di Terminal Kijing, Mempawah, Kalbar. (Foto: ptp.co.id)

 

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani melalui laman resmi ptp.co.id menekankan, bahwa program TJSL EduPort bukan merupakan program magang biasa tetapi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan dan pengembangan SDM lokal. Melalui program ini, para mahasiswa diajak untuk magang sekaligus merancang ide inovasi pengembangan Terminal Kijing yang dikelola PTP Nonpetikemas, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan SDM lokal dan penerapan konsep Creating Shared Value (CSV) antara dunia pendidikan dan industri kepelabuhanan.

“Program TJSL EduPort: Magang Berkarya dan Inovasi Bersama di Terminal Kijing. Terminal ini bukan hanya pelabuhan biasa, tetapi bagian dari Proyek Strategis Nasional yang mendukung hilirisasi industri, termasuk pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) oleh PT Borneo Alumina Indonesia. Selama ini, Indonesia masih mengimpor bahan baku untuk produksi aluminium. Dengan adanya SGAR dan dukungan logistik dari Terminal Kijing, kita berharap bisa memperkuat kemandirian industri nasional dan mendukung peningkatan perekonomian wilayah Kalimantan Barat,” jelas Indra.

 

Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani. (Foto: Youtuber PTP Nonpetikemas)

 

SEKILAS PTP NONPETIKEMAS

PT Pelabuhan Tanjung Priok atau yang dikenal dengan PTP Nonpetikemas, merupakan bagian dari Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), memegang peranan penting dalam rantai pasok nasional. PTP Nonpetikemas merupakan operator terminal nonpetikemas yang beroperasi di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia. 

PTP Nonpetikemas melayani jasa StevedoringCargodoring, Gudang Penumpukan, Receiving/Delivery, Lapangan dan Penumpukan, Layanan Pengangkutan, Pelayanan Lainnya, dan pengoperasian Shorebase & Ship to Ship. Layanan utamanya meliputi komoditi Dry Bulk (misalnya batubara, gula, pasir), Break Bulk (kontainer, project cargo tron/steel), Liquid Bulk (CPO, BBM), General Cargo (alat berat, besi), dan Bag Cargo (pupuk).

Dalam beberapa tahun terakhir, PTP Nonpetikemas mencatat kinerja impresif melalui penguatan operasional di berbagai cabang, termasuk Tanjung Priok, Terminal Kijing, serta layanan shorebase bagi industri migas.

Melalui penguatan infrastruktur, program transformasi operasional, hingga perluasan kapabilitas pelayanan, PTP Nonpetikemas berada pada momentum penting menuju posisi sebagai pengelola terminal multipurpose paling kompetitif di Indonesia.

 

Tabel Throughput Cabang PTP Nonpetikemas hingga Desember 2025. (Sumber: pelindo.co.id)

 

PTP Nonpetikemas (anak usaha PT Pelindo Multi Terminal/SPMT) mencatat peningkatan kinerja signifikan dengan hasil throughput hingga 48,13 juta ton pada tahun 2025 berkat transformasi operasional yang memperkuat efisiensi layanan melalui digitalisasi system dan modernisasi fasilitas. Produktivitas ini juga didukung kolaborasi dengan pemangku kepentingan dan perluasan layanan terminal multipurpose untuk beragam komoditas.

Transformasi Pelabuhan yang dijalankan PTP mencakup enam pilar yakni Business Process (Operasional berbasis Planning & Control, Penataan traffic flow, Review pelaksanaan One Day Billing); Equipment (Peningkatan ketersediaan alat/maintenance, Peningkatan performansi alat, Compliance); Infrastucture & Facility (Perbaikan dan perawatan fasilitas terminal, Pemenuhan fasilitas, Technology, Implementasi PTOS-M yang berbasis P&C,  Pemenuhan infrastruktur dan suprastruktur pendukung IT); People (Pemenuhan minimum Requirement & Minimalisir fungsi rangkap, Surat Izin Operator); dan HSSE (Pemenuhan sertifikasi HSSE, Pemenuhan rambu dan marka, Pemenuhan Alat Pelindung Diri/APD). (*)

Prev Article
Apa Itu CNG? Ini Kelebihan dan Kekurangannya Buat Masyarakat

Related to this topic: