Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Komitmen Elnusa Petrofin Berdayakan Masyarakat dan Pembangunan Keberlanjutan

08 June 2026

Bisnis Daily, JAKARTA - “Kami menjadi UMKM binaan PT Elnusa Petrofin---anak perusahaan dari PT Elnusa Tbk---sejak Februari 2025. Waktu itu, usaha yang kami geluti menjadi salah satu yang terpilih, dan setelah resmi menjadi UMKM binaan Elnusa Petrofin, kami memperoleh berbagai materi pembinaan juga pendampingan dan monitoring usaha. Pihak Elnusa Petrofin juga memantau perkembangan penjualan, selain membantu ketersediaan bahan baku kue dan peralatan-peralatan yang kami perlukan,” ujar Inta Ariana selaku pemilik UMKM dengan brand SySy Bites.

SySy Bites memproduksi aneka kudapan ringan seperti Donat, Klappertart, Roti, Bolen Pisang, Brownies, Bolu, Sosis Solo, Risol Mayo, dan khusus hari besar keagamaan tersedia pula aneka Cookies serta Madumongso.

Alhamdulillah, omzet kami mencapai tiga hingga 10 juta rupiah per bulan. Kami hanya memiliki dua pekerja dan setiap hari memproduksi hingga 10 kotak kudapan ringan. Hasil pembinaan dari Elnusa Petrofin menambah keyakinan kami untuk senantiasa menjaga kualitas dan konsistensi rasa dari produk-produk SySy Bites. Kami pun menjaga kualitas dan konsistensi rasa dengan menggunakan resep serta memilih bahan baku yang berkualitas yang tetap, tidak berubah, serta memastikan proses produksi dilakukan dengan standar yang sama pada setiap pembuatan,” terang Inta kepada bisnisdaily.com (3/6/2026).

 

Salah satu produk SySy Bites Balikpapan. (Foto: IG SySy Bites)

 

Saat ini, lanjut Inta, SySy Bites fokus menjaga kualitas produk, meningkatkan penjualan, dan memperluas jangkauan pelanggan melalui promosi online maupun penjualan langsung. “Kedepannya, kami ingin lebih memperkuat branding, serta lebih memperluas pemasaran lagi agar SySy Bites dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan omzet usaha,” harap Inta dengan antusias.

Lantas, apalagi harapan SySy Bites terhadap Elnusa Petrofin? “Kami berharap Elnusa Petrofin terus mendukung perkembangan UMKM seperti UMKM SySy Bites. Baik melalui pendampingan, pemantauan usaha, maupun bantuan promosi. Semoga kerja sama yang sudah terjalin dapat terus berjalan dan membantu usaha kami berkembang, menjangkau lebih banyak pelanggan, serta meningkatkan kesejahteraan pengusaha,” ujarnya penuh harap.

SySy Bites berlokasi di Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Di wilayah yang sama pula, terdapat area kerja Elnusa Petrofin. Berdasarkan laman resmi Perusahaan disebutkan, Peta Area Operasional Elnusa Petrofin di seluruh Indonesia, terdiri dari 96 Area Kerja Layanan Logistik, 13 Area Kerja Layanan Kimia, 17 Area Kerja Layanan Infrastruktur, 47 Area Kerja Layanan Manajemen Bahan Bakar, dan 33 Area Perdagangan Pasokan Bahan Bakar.

Sementara itu, di Indonesia Bagian Timur, Sabaguma menjadi salah satu UMKM binaan Elnusa Petrofin. Sabaguma merupakan akronim dari ‘Sagu Bakar Gula Merah’. Ini merupakan makanan tradisional yang dikemas dalam kemasan modern dengan varian rasa yang berbeda. UMKM Sabaguma berlokasi di Jayapura, Papua, atau tak jauh dari lokasi area kerja Elnusa Petrofin.

“Kami mulai menjadi UMKM binaan Elnusa Petrofin sejak Juli 2024. Awalnya, ketika itu, Tim Corporate Social Responsibility (CSR) Elnusa Petrofin melihat postingan Sabaguma di media sosial dan mereka pun mengontak kami untuk menjadi salah satu UMKM binaannya. Diantara alasannya adalah karena produk yang kami pasarkan merupakan olahan dari pangan pati sagu yang benar-benar mengangkat makanan tradisional,” tutur Ortenci Adolina Sanggrangbano, pemilik UMKM Sabaguma kepada bisnisdaily.com (4/6/2026).

 

Ortenci Adolina Sanggrangbano dan Produk Sabaguma. (Foto: IG Sabaguma)

 

Setelah menjadi UMKM binaan Elnusa Petrofin, Sabaguma mendapat berbagai materi pembinaan usaha. “Setiap bulan, tim Elnusa Petrofin meminta laporan kinerja keuangan dari hasil produksi Sabaguma. Laporan ini untuk melihat perkembangan usaha Sabaguma,” ujar Ortenci.

Saat ini, lanjutnya lagi, UMKM Sabaguma memiliki tiga karyawan. Berkat kerja keras selama ini, omzet yang didapatkan mencapai empat hingga lima juta rupiah per bulan. “Kami bisa memproduksi 30 hingga 40 boks per hari. Kami hanya menjual sagu bakar dengan dua varian rasa yaitu Original dan Gula Merah,” jelas Ortenci.

Menurutnya, UMKM Sabaguma terus berkembang. “Pengembangan Sabaguma masih terus berkembang, dimana kami sedang dalam proses pembangunan outlet Sabaguma, dan pengurusan Sertifikat Halal, serta mendistribusikan produk sagu bakar ke market yang lebih luas dan besar lagi,” kata Ortenci seraya menambahkan UMKM Sabaguma senantiasa memakai bahan-bahan berkualitas bagus demi menjaga kualitas maupun konsistensi rasa. “Kami juga memberdayakan masyarakat kampung sekitar sebagai produsen sagu.” 

Ortenci pun menyampaikan harapannya untuk Elnusa Petrofin. “Harapan saya, Elnusa Petrofin semoga selalu bisa membina dan mempromosikan hasil pangan sagu dari UMKM kecil yang dari Jayapura ini. Selama ini, pemasaran produk Sabaguma dilakukan melalui jejaring media sosial, outlet pasar hingga merekrut banyak reseller di berbagai kabupaten di Papua, Papua Tengah dan Papua Barat. Salah satu reseller membuka lapaknya di Pasar Hamadi, pusat perdagangan utama di Jayapura.”

 

Sagu Bakar Gula Merah nan menggoda. (Foto: IG Sabaguma)

 

Sementara itu, salah satu UMKM di Desa Rengasabang, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan juga beruntung mendapat pembinaan dari Elnusa Petrofin. Bentuk pemberdayaan Masyarakat ini dinikmati UMKM Snack Sudimoro yang begitu kreatif dan inovatif memproduksi makanan ringan seperti Keripik Ubi Ungu, Kripik Ubi Balado, Stick Kentang, dan Keripik Kentang. Produk berbahan baku lokal ini dikembangkan bersama Kelompok PKK Desa Rengasabang sejak 2023. Laman resmi Elnusa Petrofin menyebutkan, tak hanya dipasarkan melalui outlet-outlet dan toko oleh-oleh di wilayah Air Sugihan, OKI, aneka produk UMKM Snack Sudimoro juga diperluas jangkauan pemasarannya dengan memanfaatkan marketplace berbasis online.

Tim CSR Elnusa Petrofin memang jeli dalam menentukan UMKM lokal yang mampu mengembangkan bermacam bahan baku dari daerah setempat menjadi produk yang berkualitas dan banyak digemari masyarakat. Contohnya, UMKM Mapafin yang ada di Gunungsitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara. UMKM ini menjadi binaan Elnusa Petrofin sejak 2023, dan memproduksi olahan buah Pala. Ini merupakan salah satu kekayaan hayati bangsa Indonesia yang beraroma khas dan memiliki nilai historis dan nilai jual tinggi. Laman resmi Korporasi menyatakan, pembinaan terhadap UMKM Mapafin berkolaborasi dengan Rumah BUMN Gunungsitoli. Hasilnya, omzet UMKM ini berhasil melampaui Rp6 juta per bulan. Diversifikasi produk juga dilakukan UMKM Mapafin dengan memproduksinya Keripik Pisang dan Keripik Ubi.

Beda lagi dengan yang dilakukan terhadap UMKM di Kelurahan Ketapang, Pangkal Balam, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Di sana, Tim CSR Elnusa Petrofin menggandengn sejumlah kader Kelompok Wanita Tani Mentari. Mereka mendapatkan pembinaan untuk membudidayakan ikan lele sekaligus bercocok tanam melalui metode hidroponik. Program Aquaponik yang dilaksanakan sejak Oktober 2023 dan menggandeng Pemerintah Kelurahan Ketapang ini berhasil meningkatkan kapasitas budidaya ikan lele setiap tahun. Kini, peningkatannya bahkan mencapai tiga kali lipat atau mencapai hamper 1.500 ekor. 

Masih di Kepulauan Bangka Belitung---yang terknal dengan surga tropis dan keindahan alam baharinya---, CSR Elnusa Petrofin juga mengembangkan UMKM di Kelurahan Lontong Pacur, Pangkalpinang. Sejak empat tahun lalu, Kelompok Usaha Dwiky ini mendapatkan pembinaan untuk memproduksi Keripik Cumi telor atau yang disingkat Kericu. Keripik bertekstur renyah dan gurih ini merupakan salah satu makanan khas provinsi yang terkenal sebagai penghasil timah terbesar di dunia. 

 

UMKM Sabaguma dalam satu event pemasaran. (Foto: IG Sabaguma)

 

Pemberdayaan Istri Awak Mobil Tanki (AMT)

Seluruh UMKM binaan Elnusa Petrofin mengikuti berbagai agenda pemberdayaan melalui Program TANGKI alias ‘Teman Akselerasi Naik Kelas UMKM Petrofin’. Program ini merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau CSR. 

Salah satu hal paling menarik dari TANGKI ini adalah program pemberdayaan para istri Awak Mobil Tanki (AMT) untuk mengelola usaha berbasis potensi lokal atau daerah masing-masing. Dukungan penuh dari Elnusa Petrofin ini bertujuan agar para istri AMT sejahtera, mandiri secara finansial dengan tanpa meninggalkan tugas utamanya yakni mendampingi suami yang bertugas menjadi garda terdepan pendistribusian energi. Para AMT ini akrab pula dengan sapaan ‘Perwira Elnusa Petrofin’.

Salah satunya, UMKM kudapan ringan yang mengusung merek Aksena Snack. Pemilik UMKM ini, Thiur Maita Lubis kepada bisnisdaily.com (4/6/2026) menjelaskan, UMKM-nya menjadi binaan Elnusa Petrofin sejak 2023. 

“Suami saya adalah Perwira AMT Elnusa Petrofin di Fuel Terminal Jambi sejak 2009. Pada saat ada program pembinaan UMKM dibuka, ada seorang staf Elnusa Petrofin yang menginformasikan kepada Tim CSR tentang kegiatan seorang istri AMT yang mengelola UMKM dan memproduksi makanan ringan berciri khas lokal Provinsi Jambi. Selanjutnya, UMKM kami pun menjadi binaan Elnusa Petrofin,” urainya.   

Sebagai pemilik UMKM binaan Elnusa Petrofin, menurut Thiur, dirinya mengikuti berbagai materi dan agenda pembinaan. “Antara lain, pembinaan upgrade usaha dan produk, perizinan, hingga tata kelola pemasaran melalui jejaring media sosial. Semua pembinaan yang dilaksanakan Elnusa Petrofin sangat membantu UMKM kami berkembang,” ujarnya.

 

Aksena Snack, UMKM di Jambi binaan Elnusa Petrofin. (Foto: Dokpri.)

 

Saat ini, jumlah pekerja Aksena Snack baru dua orang. “Dalam sebulan, kami mampu memproduksi lebih kurang 500 bungkus snack. Seminggu kami melakukan produksi dua kali, dimana dalam satu kali produksi kami menghasilkan sekitar 60 bungkus snack. Semua produksi ini tergantung pesanan, diluar dari konsinyasi bulanan. Omzet yang kami peroleh mencapai sekitar sembilan juta rupiah per bulan,” tutur Thiur.

UMKM Aksena Snack memproduksi berbagai varian makanan berbahan dasar tempoyak atau fermentasi daging buah durian. ‘Tangan kreatif’ Thiur mengolah tempoyak menjadi makanan ringan: Stick Tempoyak. Ada juga olahan lain yaitu Stick Keju, Stick Ubi Ungu, Keripik Pisang Gurih, Keripik Pisang Coklat, dan Keripik Biji Durian.

“Kami bercita-cita mengembangkan UMKM ini hingga merambah ke pasar yang lebih luas, termasuk pemasaran melalui online, meskipun masih terkendala pada Sumber Daya Manusia (SDM),” akunya.

Dalam hal menjaga kualitas dan konsistensi rasa, Thiur menegaskan, produk-produk Aksena Snack selalu menomorsatukan hal tersebut. “Setiap proses produksi, tentunya kami awali dengan melakukan pemilihan produk yang bagus, berkualitas, baik, dan setiap proses pengadonan juga kami timbang secara presisi. Serta, pada setiap pengemasan produk kami  lakukan secara teliti dan fokus,” jelasnya. 

Apa lagi harapan Aksena Snack terhadap Elnusa Petrofin? “Kami berharap, semoga pembinaan yang dilakukan Elnusa Petrofin masih berlanjut, kontinyu, sehingga tentunya  pengembangan usaha kami jadi semakin luas,” ujar Thiur.

 

Thiur Maita Lubis dengan produk Aksena Snack. (Foto: Dokpri)

 

Dapur dan Katering

Sementara itu, kegiatan sejenis juga dilakukan Elnusa Petrofin di Padang, Sumatera Barat dan Samarinda, Kalimantan Timur. Di kedua kota besar ini, kelompok istri AMT yang tergabung dalam UMKM Caper mendapat pembinaan dalam bentuk pengelolaan Dapur dan Katering Petrofin. 

Kegiatan ini kaya manfaat karena mampu menahbiskan mereka sebagai penyedia konsumsi makanan untuk berbagai kegiatan di lingkungan Perusahaan dan Masyarakat. Melalui UMKM Caper, kelompok istri AMT tidak hanya diberdayakan menjadi perempuan-perempuan mandiri dan sejahtera secara ekonomi, tapi juga menjadi garda terhebat dalam menyediakan aneka makanan lezat dan pasti higienis.

Aktivitas memberdayakan para Keluarga AMT juga dilakukan Elnusa Petrofin di Gorontalo. Sejak 2024, Keluarga AMT mendapat pembinaan usaha berupa budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok. Sistem ini sangat efisien dan terbukti ramah lingkungan. Usaha ini menghasilkan panen sekitar 250 kilogram per dua bulan, sekaligus memberi tambahan pendapatan hingga Rp45 juta per tahun.

Usaha pembinaan serupa dilaksanakan pula di Kelurahan Labukkang, Parepare, Sulawesi Selatan. Keluarga AMT diberdayakan dengan mengolah produk ‘Abon Madu Sedaap’. Omzet mereka tercatat mencapai sekitar Rp3 juta per bulan. ‘Abon Madu Sedaap’ diolah dari abon daging Ikan Tuna yang bercita rasa manis dari madu.

 

Aneka produk UMKM Mapafin. (Foto: IG Elnusa Petrofin)

 

Derap langkah Tim CSR Elnusa Petrofin juga merangkul Keluarga AMT di Kota Pangkalpinang, ibu kota sekaligus kota terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Melalui Program TANGKI, sejumlah Keluarga AMT bersama Babel Hydro Farm melaksanakan kegiatan Integrated Urban Farming (IUF) berupa budidaya Melon hidroponik. Ini menciptakan peluang usaha produktif sekaligus mendorong lahirnya pertanian modern yang bersih, inovatif plus ekonomis bagi masyarakat.

Ketika dimulai, kegiatan budidaya ini menanam hampir seribu bibit Melon varietas Inthanon, menggunakan metode hidroponik bersistem Nutrient Film Technique (NFT) di lahan seluas 10x36 meter. Semua dilakukan secara terintegrasi mulai dari penyemaian bibit hingga pemanenan. Kegiatan IUF ini mempersiapkan peluang berusaha dan berkelanjutan bagi AMT bersama keluarganya saat mereka nanti memasuki masa purna tugas.

Masih di Kepulauan Bangka Belitung---yang terkenal dengan surga tropis dan keindahan alam baharinya---, CSR Elnusa Petrofin juga mengembangkan UMKM di Kelurahan Lontong Pacur, Pangkalpinang. Sejak empat tahun lalu, Kelompok Usaha Dwiky ini mendapat pembinaan untuk memproduksi Keripik Cumi telor atau yang disingkat Kericu. Keripik bertekstur renyah dan gurih ini merupakan salah satu makanan khas provinsi yang terkenal sebagai penghasil timah terbesar di dunia.

Kegiatan CSR Elnusa Petrofin tentu masih banyak lagi. Selain menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar area operasinya, Perusahaan ini juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar rantai distribusi energi, melalui pemberdayaan UMKM lokal dan Keluarga AMT setempat. Dari ini, hubungan harmonis pun terbangun dan nilai bersama (shared value) tercipta antara Perusahaan dengan masyarakat sekitar.

 

Integrated Urban Farming binaan Elnusa Petrofin di Pangkalpinang. (Foto: IG Elnusa Petrofin)

 

Ban Bekas, Ambulans, Posyandu, Transfer Pengetahuan

Baru-baru ini, Elnusa Petrofin melalui Unit Operasi FT Bau-Bau juga telah menyerahkan 85 unit ban eks mobil tangki kepada Satbrimob Polda Sulawesi Tenggara. Ban-ban bekas ini merupakan material tidak layak pakai dan tidak diperjualbelikan kembali, sehingga dimanfaatkan sebagai bagian dari peningkatan sarana dan fasilitas pelatihan pendukung Polda setempat. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya keberlanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular dengan prinsip ‘Re-Use’. 
Laman resmi Perusahaan menyebutkan, sinergi antara Elnusa Petrofin dan Satbrimob Polda Sulawesi Tenggara tidak hanya memperkuat kesiapan operasional, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs Poin 12 yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui praktik pemnanfaatan material yang lebih berkelanjutan.

Aktivitas CSR Elnusa Petrofin lainnya adalah memberikan kontribusi pelayanan kesehatan gratis. Bentuknya adalah penyediaan layanan Ambulans Gratis 24 Jam bagi masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya. Layanan ini siap melayani antar-jemput pasien, kegiatan gawat darurat, hingga pengantaran jenazah. Diluncurkan sejak Juli 2025, program ini berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Hikmah.

Tak hanya itu, para ‘Perwira’ Elnusa Petrofin dalam kegiatan mendistribusikan energi kepada masyarakat, ternyata juga turut hadir di tengah masyarakat melalui Program Employee Volunteering in Social Action (EMPOC). 

Para ‘Perwira’ aktif ini giat melakukan transfer pengetahuan sesuai kompetensi dan latar belakang fungsi di masing-masing pekerjaannya. Tujuannya, membangun hubungan yang harmonis bersama masyarakat dalam mewujudkan penghidupan yang berkelanjutan.

 

Penyerahan ban-ban bekas mobil tangki kepada Satbrimob Polda Sulawesi Tenggara. (Foto: IG Elnusa Petrofin)

 

Beda lagi dengan program CSR Unit Operasi IT Pontianak, Kalimantan Barat. Di sini, Tim menghadirkan dukungan untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan Balita dan Lansia di Posyandu Mawar, Kelurahan Siantan Hilir.

Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran tinggi dan berat badan serta imunisasi sesuai kebutuhan. Sementara itu, Lansia mengikuti senam, pemeriksaan gula darah dan tekanan darah, serta pemantauan kondisi kesehatan rutin. Layanan ini disambut antusias masyarakat karena terus terjadi peningkatan partisipasi warga hingga mendekati 80 persen, dengan lebih dari 100 Balita dan Lansia yang rutin hadir saban bulan.

Manajemen Elnusa Petrofin dalam portal resminya menyatakan, mereka berkomitmen untuk menjalankan bisnis yang inovatif dan berkelanjutan secara bertanggung jawab dan mencakup beberapa poin dalam target SDGs dan ESG.

SDGs (Sustainable Development Goals) adalah 17 tujuan global yang disepakati oleh PBB sebagai panduan dan peta jalan pembangunan berkelanjutan untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. Sedangkan ESG (Environmental, Social, and Governance) adalah kerangka kerja atau standar metrik yang digunakan oleh perusahaan dan investor untuk mengukur sejauh mana entitas tersebut beroperasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Setidaknya, ada tiga tujuan global SDGs itu yang telah diupayakan oleh Elnusa Petrofin. Ketiga tujuan global itu adalah poin satu yakni ‘No Poverty’ atau mengentaskan kemiskinan; poin dua ‘Gender Equality’ atau mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan; dan poin tiga ‘Decent Work and Economic Growth’ atau pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

 

Penanaman 1.100 bibit mangrove di Danau Westland – Bengkulu Wilayah Ring 1 Pertamina dan Elnusa Petrofin. (Foto: IG Elnusa Petrofin)

 

Dalam mengimplementasikan Kegiatan CSR sebagai strategi Bisnis, Perusahaan membentuk 5 (lima) Pilar Petrofin Peduli sebagai acuan strategi pelaksanaan CSR di seluruh unit operasi se-Indonesia. Kelima Pilar itu adalah: 

Satu, #PetrofinTanggap yakni berfokus pada bantuan pemulihan daerah bencana dan tanggap terhadap kebutuhan sosial kemasyarakatan.

Dua, #PetrofinSehat atau berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan edukasi gizi masyarakat.

Tiga, #PetrofinResik yakni berfokus pada isu lingkungan yang berkaitan peningkatan kebersihan & penghijauan hingga konservasi.

Empat, #PetrofinPintar atau berfokus pada peningkatan pendidikan serta pemberdayaan melalui pelatihan dan pembentukan UMKM.

Lima, #PetrofinAman atau berfokus pada peningkatan safety awareness bagi masyarakat.

 

Pembinaan UMKM Pondok Kelor Borneo melalui unit operasi FT Balikpapan. (Foto: IG Elnusa Petrofin)

 

Kerja keras yang dilaksanakan Elnusa Petrofin dalam memberdayakan masyarakat di sekitar area operasi Perusahaan pun membuahkan hasil manis. Elnusa Petrofin meraih penghargaan di ajang “8th Indonesia Best CSR Award 2026” untuk Kategori Perusahaan Sektor Energi.

Penghargaan ini berasal dari The Iconomics & Axia Research dan diserahkan langsung di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial RI pada Kamis (21/05). 

Menjelang perjalanan tiga dekade---tepat 5 Juli 2026---, Elnusa Petrofin menegaskan akan terus berkomitmen tidak hanya mendistribusikan energi untuk pertumbuhan ekonomi, tapi juga menyalurkan “energi kebaikan” demi kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional Perusahaan. (*)

Prev Article
Pembelian KF-21, Push the Limits ‘Swa Bhuana Paksa’

Related to this topic: