PONTIANAK, BISNIS DAILY – Popularitas di dunia hiburan ternyata bisa menjadi pintu masuk untuk membangun bisnis. Hal itu yang tengah dijalani Jennifer Coppen melalui usaha kuliner bernama Chewy’s.
Bisnis dessert yang awalnya dikenal melalui penjualan brownies dan cookies tersebut kini berkembang dengan menghadirkan gerai fisik di Jakarta.
Langkah ini menandai babak baru perjalanan usaha Jennifer. Ia tidak lagi hanya mengandalkan penjualan produk kue, tetapi mulai membangun pengalaman kuliner melalui konsep toko yang menawarkan beragam makanan dan minuman.
Chewy’s menggelar soft opening di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada September 2026. Gerai tersebut kemudian menjadi salah satu langkah ekspansi bisnis kulinernya dari Bali ke pasar ibu kota.
Menu yang ditawarkan juga semakin beragam. Selain donat, pelanggan dapat menemukan brownies, cookies, kopi, matcha hingga smoothies.
Berdasarkan daftar menu yang dipublikasikan pada awal Oktober, sejumlah varian donat Chewy’s dibanderol sekitar Rp27 ribu hingga Rp29 ribu.
Pilihan menu tersebut memperlihatkan upaya Chewy’s memperluas pasar, tidak hanya menyasar pembeli yang mencari kue untuk dibawa pulang, tetapi juga konsumen yang ingin menikmati dessert langsung di gerai.
Berawal dari Dapur Rumah
Perjalanan Chewy’s tidak dimulai dari konsep kafe besar. Jennifer sebelumnya mengembangkan usaha makanan manis yang berangkat dari kegemarannya memasak untuk keluarga dan orang-orang terdekat.
Dalam wawancara pada September 2026, Jennifer mengungkapkan bahwa aktivitas memasak sudah menjadi bagian dari kesenangan pribadinya.
Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi peluang usaha. Bersama timnya, ia membangun Chewy’s hingga memiliki identitas sebagai merek dessert.
Perjalanan itu menunjukkan bagaimana minat pribadi dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi ketika mulai dikelola secara lebih serius.
Namun, popularitas pemilik usaha tentu bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberlangsungan bisnis kuliner. Kualitas produk, harga, pelayanan, serta kemampuan menjaga konsistensi rasa tetap menjadi tantangan.
Ekspansi Beriringan dengan Tantangan Pasar
Perluasan Chewy’s ke Jakarta menjadi langkah penting bagi Jennifer. Pasalnya, pasar kuliner ibu kota memiliki persaingan yang ketat, terutama untuk produk dessert dan makanan kekinian.
Di tengah persaingan tersebut, perhatian publik terhadap sebuah merek bisa menjadi keuntungan sekaligus tantangan.
Hal itu terlihat ketika produk Chewy’s menjadi bahan perbincangan warganet Malaysia pada akhir Oktober 2026. Sejumlah pengguna media sosial memberikan ulasan negatif terhadap rasa donat yang mereka coba.
Jennifer kemudian menanggapi ulasan tersebut dan mengungkapkan kekecewaannya terhadap komentar yang beredar.
Perbincangan itu memperlihatkan bahwa bisnis yang dibangun dengan dukungan popularitas figur publik tetap harus berhadapan dengan penilaian konsumen secara langsung.
Bagi pelaku usaha kuliner, kritik pelanggan merupakan bagian dari dinamika pasar. Respons terhadap masukan konsumen dapat menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kualitas produk dan kepercayaan pembeli.
Bukan Sekadar Menjual Nama Artis
Langkah Jennifer mengembangkan Chewy’s memperlihatkan bahwa bisnis artis tidak selalu berhenti pada pemanfaatan popularitas untuk memasarkan produk.
Ketika sebuah usaha mulai membuka gerai, memperluas pilihan menu, dan menjangkau pasar baru, tantangannya ikut berubah.
Pengelolaan operasional, konsistensi produk, biaya produksi, hingga kepuasan pelanggan menjadi pekerjaan yang harus diperhatikan.
Dengan ekspansi dari Bali ke Jakarta, Chewy’s kini memasuki tahap persaingan yang lebih luas.
Keberlanjutan bisnis tersebut pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh siapa pemiliknya, tetapi juga oleh kemampuan merek mempertahankan kualitas dan membangun pelanggan yang datang kembali.