BISNIS DAILY, PONTIANAK — Di tengah harga kebutuhan yang terus naik, biaya nongkrong makin mahal, hingga tren gaya hidup digital yang serba cepat, generasi muda kini mulai dipaksa lebih sadar soal keuangan. Bagi Gen Z, urusan ekonomi bukan lagi sekadar teori di kelas, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Mulai dari mencari side hustle, jualan online, menjadi affiliate, hingga belajar investasi, banyak anak muda kini mencoba bertahan sekaligus mencari peluang cuan di era ekonomi yang tidak menentu.
Pengamat ekonomi dan bisnis digital, Rhenald Kasali menilai Gen Z memiliki karakter adaptif terhadap perubahan ekonomi karena tumbuh di era digital.
“Anak muda sekarang lebih cepat melihat peluang. Mereka tidak lagi terpaku pada satu sumber penghasilan. Ada yang kuliah sambil jualan online, jadi content creator, sampai freelance digital,” ujarnya dalam berbagai kesempatan membahas ekonomi digital Indonesia.
Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa gaya hidup konsumtif tetap menjadi tantangan besar bagi generasi muda, terutama akibat pengaruh media sosial dan tren flexing.
Sementara itu, perencana keuangan Ligwina Hananto mengatakan literasi finansial menjadi hal penting agar Gen Z tidak hanya mengejar gaya hidup, tetapi juga memiliki perencanaan masa depan.
“Banyak anak muda sekarang sudah sadar pentingnya dana darurat, investasi, dan pengelolaan uang. Tapi konsistensi masih menjadi tantangan,” katanya.
Fenomena ini juga terlihat di Pontianak. Sejumlah anak muda mulai menjalankan usaha kecil-kecilan, dari bisnis kopi rumahan, thrift shop, jasa desain, hingga jualan makanan secara online untuk menambah pemasukan.
Seorang mahasiswa di Pontianak, Aldi (21), mengaku kondisi ekonomi saat ini membuat dirinya harus lebih pintar mengatur uang.
“Sekarang nongkrong aja mikir. Jadi sambil kuliah saya coba jualan kecil-kecilan online supaya ada tambahan uang,” ujarnya.
Di media sosial, pembahasan soal finansial juga makin ramai. Konten tentang menabung, investasi emas, bisnis UMKM, hingga tips menghemat uang kini banyak diminati anak muda karena dianggap lebih relate dengan kehidupan mereka.
Meski dikenal santai dan dekat dengan tren hiburan digital, Gen Z perlahan mulai memahami bahwa kondisi ekonomi bisa berdampak langsung pada masa depan mereka. Dari harga kopi sampai cicilan rumah, semua kini jadi bagian dari obrolan anak muda sehari-hari.
Dengan gaya hidup yang terus berubah dan tantangan ekonomi yang makin kompleks, Gen Z tampaknya tidak hanya ingin terlihat keren di media sosial, tetapi juga mulai belajar bagaimana caranya tetap bertahan dan tetap cuan di dunia nyata. (*)