“Bahagia rasanya. Pelindo mengundang kami ke Jakarta untuk ikut pelatihan ‘Fashion Illustrator’. Pelatihan ini sangat sesuai dengan kebutuhan kami. Karena sebagai pengusaha, kami mengawali hanya dari hobi. Otodidak. Tidak belajar teori-teori fashion yang seharusnya. Lewat pelatihan itu, kami ingin mempelajari bagaimana mix and match kain, misalnya untuk orang yang punya tubuh besar,” ujar Metta Prabha Dewi, pemilik butik asesoris dan tenun JB Ethnic yang berpusat di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Metta menambahkan, Pelindo juga sering memfasilitasi JB Ethnic mengikuti pameran kriya yang bertujuan menembus pasar ekspor. “Misalnya ajang INACRAFT 2026 di JICC, Senayan, Jakarta. Sebagai UMK binaan, kami mengapresiasi upaya Pelindo, terutama dalam membantu dan memperluas pemasaran produk. Harapannya kedepan, Pelindo juga memfasilitasi pemasaran produk kami hingga ke luar negeri. Go Global,” semangatnya kepada Bisnis Daily (30/4/2025).

JB Ethnic memproduksi suvenir, aksesori, fashion dan lainnya, berbahan dasar kain tenun tradisional NTT. “Ada tas, topi, baju, rok dan masih banyak lagi. Sisa-sisa kain tenun atau perca, kami buat juga menjadi asesoris. Pelindo memfasilitasi penjualan produk-produk kami melalui vending machine UMK (Usaha Menengah Kecil). Mesin Penjualan Otomatis ini menyediakan juga produk UMK binaan Pelindo lainnya. Lokasi vending machine UMK ini, salah satunya ada di destinasi wisata super prioritas Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, yang punya arus wisatawan tinggi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Liza Lestari, pemilik Kallama Art yang berlokasi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. UMK binaan Pelindo ini bergerak di bidang kerajinan tangan. Produknya berbagai aksesori khusus wanita, seperti gelang, kalung, bros, anting, tas, kantong dan lainnya. Asesoris wanita handmade ini menggunakan kawat tembaga dan batu-batuan natural asli Indonesia.
“Kami senang karena sudah menjadi binaan Pelindo sejak 2024. Usai lolos tahapan seleksi, kami lalu mengikuti sejumlah pelatihan, diantaranya Akuntansi dan Keuangan, Bahasa Inggris, dan packaging produk. Semua tema-tema pelatihan yang diselenggarakan Pelindo sangat tepat. Sesuai dengan kebutuhan yang kami harapkan ,” tutur Liza kepada Bisnis Daily (30/4/2026).

Liza bersyukur Pelindo telah memberi dukungan penuh demi kemajuan Kallama Art sebagai UMK binaan. “Malah kedepannya akan ada pelatihan bertema Digital Marketing. Tema ini sejalan dengan perkembangan bisnis saat ini. Harapan lain, semoga Pelindo bisa men-support Kallama Art untuk berpartisipasi di pameran bertaraf nasional dan global,” pintanya seraya menyebutkan produk-produk Kallama Art telah hadir di gerai Local Pride Spot (LPS), Pelindo Tower, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sementara itu, Fia Mirtasari sang pemilik brand Art in Heart, UMK binaan Pelindo mengatakan, serangkaian pelatihan wirausaha yang diselenggarakan Pelindo sangat aplikatif. “Alhamdulillah, ilmu-ilmu yang disampaikan para mentor ketika dipraktikkan begitu membantu usaha kami. Banyak yang awalnya kami kurang mengerti, kemudian sesudah ikut pelatihan menjadi semakin memahaminya. Boleh dibilang, berbagai pelatihan itu menunjang pertumbuhan UMK bahkan imut seperti Art in Heart,” akunya seraya menambahkan usahanya bergabung menjadi UMK binaan Pelindo sejak Juli 2024.
Berbagai produk kerajinan tangan yang dihasilkan Art in Heart adalah hand-drawn batik, mini flexy handbag, aneka totebag, dompet, aneka topi, devided pouch, half moon bag, wadah kaca gaya, batik beach hat, hijab ecoprint dan masih banyak lagi.

“Ketika lolos seleksi untuk menjadi UMK binaan Pelindo, ada sekitar 60 UMK yang kemudian langsung mengikuti pelatihan ‘Great Maritimepreneur’ secara offline selama dua hari. Selanjutnya, dalam masa kurasi, ada berbagai pelatihan secara online seperti Digital Marketing yang bertujuan memaksimalkan pemasaran menggunakan jejaring media sosial. Ada juga pelatihan Akuntansi untuk Usaha yang bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lalu, pelatihan Bahasa Inggris untuk bisnis,” tuturnya bahagia kepada Bisnis Daily (30/4/2026).
Fia menuturkan, Pelindo memfasilitasi Art in Heart berpartisipasi dalam berbagai pameran bisnis, seperti INACRAFT dan bazaar-bazaar yang digelar di lingkungan Pelindo Pusat maupun Pelindo Regional 2 Tanjung Priok. Selain itu, produk-produk Arti in Heart juga dipasarkan melalui LPS di Tanjung Priok.
“Senang sekali tentu saja. Terima kasih atas dukungan Pelindo selama ini. Dukung terus pembinaan dan pemberdayaan UMK Indonesia, termasuk Art in Heart,” serunya sambil menyebut UMK binaan Pelindo juga dilibatkan talkshow Peringatan ‘Hari Kartini’ bertema ‘Her Impact’ pada 21 April 2026.

‘Her Impact’ diikuti para perempuan pelaku UMK binaan Pelindo dan menjadi bagian dari komitmen Perusahaan mendorong terciptanya kemandirian ekonomi perempuan. Para peserta dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan platform digital, strategi komunikasi pemasaran, serta peningkatan keterampilan dalam menciptakan konten-konten kreatif yang efektif sebagai sarana memperluas jangkauan promosi usaha.
Program ‘Her Impact’ merupakan wujud nyata atas komitmen Pelindo Group mendorong pemberdayaan perempuan pelaku UMK agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan daya saing usaha.
Terkait LPS itu sendiri, melalui laman resmi Perusahaan, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menjelaskan, LPS dirancang untuk memberikan akses pasar yang lebih luas bagi seluruh UMK binaan, sehingga mereka bisa bersaing di tingkat nasional. Gerai-gerai LPS juga menjadi sarana pengusaha lokal memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Ini merupakan salah satu wujud nyata Pelindo mendukung pertumbuhan UMK di Indonesia.
Pelindo kini memiliki dua gerai LPS, yakni di Pelindo Tower yang dibuka sejak Maret 2024, dan di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang mulai beroperasi Maret 2025.

Di sisi lain, bila para UMK binaan Pelindo berharap produk-produk mereka bisa difasilitasi untuk Go Global, sebenarnya itu pula target dari program prioritas Pembinaan UMK. Apalagi Pelindo memang punya program bernama “Gedor Ekspor” atau Gerakan Dorong Ekspor UMK.
Program “Gedor Ekspor” UMK bertujuan memberikan kesempatan kepada para mitra binaan Pelindo mendapatkan pembinaan dengan orientasi ekspor. Antara lain, pemberian pelatihan dasar pemasaran, peningkatan value produk, pemasaran kelas internasional, pemahaman dalam pengiriman barang dan distribusi ekspor, hingga melakukan business matching dengan pembeli (buyer) luar negeri.
Masih terkait upaya Pelindo mewujudkan asa produk-produk UMK binaannya Go Global, ada juga program pembukaan ruang pamer sekaligus kantor perwakilan permanen bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) Indonesia di Jepang. Namanya, House of Handicraft Indonesia in Tokyo atau HHT.

HHT dirancang sebagai pusat promosi dan pemasaran produk kerajinan tangan (craft) Indonesia untuk menjangkau konsumen Jepang dan pasar global. Dengan keberadaan toko secara fisik sekaligus kantor operasional di Tokyo, UMK Indonesia semakin memiliki akses langsung ke sistem perdagangan Jepang.
Produk-produk yang dipamerkan di HHT juga tersedia secara online melalui situs www.handicraft.group dengan pilihan bahasa Jepang. Layanan ini memungkinkan konsumen lokal membeli produk kerajinan Indonesia dengan mudah, nyaman, menggunakan bahasa setempat dan platform yang akrab.
KOMITMEN TJSL
Pengembangan UMK binaan merupakan salah satu program prioritas dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo. Program ini menjadi kontribusi Pelindo dalam pemberdayaan terhadap UMKM, koperasi dan masyarakat yang dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI No. PER-05/ MBU/04/2021 tentang TJSL BUMN. Berdasarkan peraturan tersebut, BUMN bisa menerapkan TJSL melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil atau Program Pendanaan UMK, serta Bantuan dan/atau Kegiatan Lainnya.

Program prioritas Pengembangan UMK ini mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) yakni agenda pembangunan global untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan melindungi planet, melalui pencapaian 17 tujuan hingga 2030. Dalam konteks ini, menyasar TPB nomor 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; juga TPB nomor 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur.
Program prioritas TJSL lainnya adalah Peduli Pendidikan. Ini adalah upaya Pelindo dalam pemerataan pendidikan berkualitas agar anak-anak Indonesia mendapat kemudahan dan akses ilmu pengetahuan serta teknologi.
Sedangkan program prioritas Peduli Lingkungan menjadi wujud nyata Pelindo mendukung sepenuhnya komitmen Pemerintah dalam menangani pemanasan global dan perubahan iklim. Apalagi, sebagai korporasi yang bergerak di bidang jasa kepelabuhan dan logistik, Pelindo berpotensi besar terdampak negatif akibat pemanasan global dan perubahan iklim. Pemanasan global akan menyebabkan es di kutub utara mencair dan memicu kenaikan permukaan air laut sehingga wilayah atau bangunan yang berada di kawasan pantai berisiko terendam, bahkan tenggelam.

Komitmen dan kepedulian Pelindo mewujudkan kelestarian lingkungan juga dipengaruhi praktik operasional korporasi yang turut menyumbang emisi gas rumah kaca. Hal ini terutama diakibatkan penggunaan energi listrik dan bahan bakar minyak dalam operasional sehari-hari.
Tidak hanya itu, jasa kepelabuhan dan logistik juga menghasilkan limbah, terutama sampah yang turut menyumbang emisi gas rumah kaca jika tidak dikelola secara baik. Dukungan Pelindo ini tidak lepas dari komitmen Perseroan untuk bergerak bersama pemangku kepentingan yang lain demi mewujudkan kelestarian lingkungan.
PRAKTIK TJSL PTP NONPETIKEMAS 2025
Laman resmi Pelindo menjabarkan, program TJSL PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) tahun 2025 menghadirkan inisiatif unggulan yang berfokus pada lingkungan, pendidikan, dan peningkatan kompetensi. Di antaranya penanaman mangrove di Danau Siombak, Medan, Sumatera Utara bersama PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Group, program EduPort di Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat untuk pengembangan talenta muda, serta sertifikasi pekerja harian guna menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan PTP Peduli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Pelindo Mengajar, serta penyaluran bantuan bencana alam sebagai bentuk kepedulian sosial. Program-program ini mencerminkan komitmen PTP Nonpetikemas dalam memberikan dampak berkelanjutan.
Melalui program TJSL PTP EduPort, mahasiswa dilibatkan sebagai agen inovasi di Terminal Kijing. Program ini berkontribusi tidak hanya pada pengembangan SDM, tetapi juga pada perbaikan layanan dan produktivitas terminal, karena: pertama, Program TJSL PTP EduPort tidak hanya menjadi ruang magang bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi katalis pengembangan SDM dan peningkatan layanan di Terminal Kijing, karena para mahasiswa diberi kesempatan nyata untuk berkontribusi mengembangkan ide inovatif yang relevan dengan kebutuhan operasional pelabuhan, sementara pelibatan mereka sekaligus membuka perspektif baru yang memperkuat efisiensi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE); serta produktivitas.
Kedua, kontribusi ini terasa tidak hanya pada pengembangan kompetensi generasi muda yang siap pakai, tetapi juga harapannya dapat memperkaya cara berpikir di lingkungan kerja, sehingga kualitas layanan dan produktivitas terminal terus terjaga dan berkembang.

SEKILAS PTP NONPETIKEMAS
PT Pelabuhan Tanjung Priok atau yang dikenal dengan PTP Nonpetikemas, merupakan bagian dari Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), memegang peranan penting dalam rantai pasok nasional. PTP Nonpetikemas merupakan operator terminal nonpetikemas yang beroperasi di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia.
PTP Nonpetikemas melayani jasa Stevedoring, Cargodoring, Gudang Penumpukan, Receiving/Delivery, Lapangan dan Penumpukan, Layanan Pengangkutan, Pelayanan Lainnya, dan pengoperasian Shorebase & Ship to Ship. Layanan utamanya meliputi komoditi Dry Bulk (misalnya batubara, gula, pasir), Break Bulk (kontainer, project cargo tron/steel), Liquid Bulk (CPO, BBM), General Cargo (alat berat, besi), dan Bag Cargo (pupuk).
Dalam beberapa tahun terakhir, PTP Nonpetikemas mencatat kinerja impresif melalui penguatan operasional di berbagai cabang, termasuk Tanjung Priok, Terminal Kijing, serta layanan shorebase bagi industri migas.
Melalui penguatan infrastruktur, program transformasi operasional, hingga perluasan kapabilitas pelayanan, PTP Nonpetikemas berada pada momentum penting menuju posisi sebagai pengelola terminal multipurpose paling kompetitif di Indonesia.

PTP Nonpetikemas (anak usaha PT Pelindo Multi Terminal/SPMT) mencatat peningkatan kinerja signifikan dengan hasil throughput hingga 48,13 juta ton pada tahun 2025 berkat transformasi operasional yang memperkuat efisiensi layanan melalui digitalisasi system dan modernisasi fasilitas.
Produktivitas ini juga didukung kolaborasi dengan pemangku kepentingan dan perluasan layanan terminal multipurpose untuk beragam komoditas.
Transformasi Pelabuhan yang dijalankan PTP mencakup enam pilar yakni Business Process (Operasional berbasis Planning & Control, Penataan traffic flow, Review pelaksanaan One Day Billing); Equipment (Peningkatan ketersediaan alat/maintenance, Peningkatan performansi alat, Compliance); Infrastucture & Facility (Perbaikan dan perawatan fasilitas terminal, Pemenuhan fasilitas, Technology, Implementasi PTOS-M yang berbasis P&C, Pemenuhan infrastruktur dan suprastruktur pendukung IT); People (Pemenuhan minimum Requirement & Minimalisir fungsi rangkap, Surat Izin Operator); dan HSSE (Pemenuhan sertifikasi HSSE, Pemenuhan rambu dan marka, Pemenuhan Alat Pelindung Diri/APD). (*)