Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Masih Bertahan di Tengah Persaingan Ketat! Ini Daftar E-Commerce yang Masih Eksis di Indonesia Tahun 2026

18 July 2026

BISNIS DAILY PONTIANAK - Dunia e-commerce di Indonesia ibarat arena pertarungan tanpa henti. Di tengah gempuran promo, gratis ongkir, hingga tren live shopping, hanya segelintir platform yang berhasil bertahan dan tetap menjadi pilihan jutaan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, belasan marketplace harus menutup layanan karena tak mampu bersaing. Namun, ada pula yang justru semakin kuat dengan menghadirkan berbagai inovasi dan pengalaman belanja yang lebih praktis.

Berikut deretan e-commerce yang hingga 2026 masih aktif beroperasi di Indonesia.

1. Shopee, Raja Belanja Online

Shopee masih menjadi platform belanja online yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Beragam promo, gratis ongkir, cashback, hingga fitur Shopee Live membuat platform ini tetap menjadi favorit berbagai kalangan.

2. TikTok Shop, Belanja Sambil Scroll Video

Popularitas TikTok Shop terus melejit. Konsep belanja yang dipadukan dengan konten video pendek dan live streaming membuat masyarakat bisa menemukan produk sekaligus langsung membelinya hanya dalam beberapa sentuhan.

3. Tokopedia, Tetap Jadi Andalan

Meski kini berada dalam satu ekosistem dengan TikTok Shop, Tokopedia tetap menjadi salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Platform ini masih menjadi pilihan utama untuk berbagai kebutuhan, mulai dari elektronik hingga kebutuhan rumah tangga.

4. Lazada, Pemain Lama yang Masih Bertahan

Lazada membuktikan dirinya belum habis. Dengan dukungan Alibaba Group, marketplace ini terus memperkuat layanan logistik, promo, dan pengalaman belanja digital.

5. Blibli, Andalan Produk Resmi

Blibli dikenal sebagai marketplace yang banyak menawarkan produk resmi melalui official store. Platform ini juga memperkuat layanan omnichannel sehingga pelanggan bisa berbelanja secara online maupun offline.

Bukalapak Berubah Haluan

Nama Bukalapak tentu sudah tidak asing lagi. Namun kini perusahaan tersebut tidak lagi fokus menjual produk fisik. Bukalapak bertransformasi menjadi platform layanan digital yang menyediakan pulsa, token listrik, voucher, hingga berbagai layanan pembayaran digital.

Masih Ada yang Bertahan di Segmen Khusus

Selain marketplace besar, sejumlah e-commerce spesialis juga masih eksis dan memiliki pasar tersendiri, antara lain:

  • Zalora untuk produk fashion.
  • Sociolla untuk kebutuhan kecantikan.
  • Orami yang menyasar ibu dan anak.
  • Bhinneka untuk elektronik dan komputer.
  • Ralali yang fokus pada transaksi bisnis (B2B).
  • JakartaNotebook (JakNot) untuk gadget dan aksesori.
  • Ruparupa untuk furnitur dan perlengkapan rumah.
  • Klik Indomaret untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Gramedia.com bagi pecinta buku dan alat tulis.
  • Eraspace serta iBox Online untuk produk gadget resmi.

Persaingan Makin Sengit

Persaingan e-commerce diperkirakan akan semakin panas. Kini, masyarakat tidak hanya mencari harga murah, tetapi juga mengutamakan kecepatan pengiriman, keamanan transaksi, kemudahan pembayaran, hingga pengalaman berbelanja melalui video pendek dan siaran langsung.

Di sisi lain, platform yang gagal beradaptasi harus rela tersingkir. Dalam beberapa tahun terakhir, nama-nama besar seperti JD.ID, Blanja.com, Elevenia, MatahariMall, Rakuten Indonesia, hingga Sorabel akhirnya menghentikan operasionalnya di Indonesia.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa menjadi besar saja tidak cukup. Di era digital yang bergerak sangat cepat, hanya e-commerce yang mampu berinovasi dan memahami kebutuhan konsumen yang akan tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin kompetitif. (*)

Prev Article
Dari Raja Marketplace hingga Gulung Tikar, Ini Daftar E-Commerce yang Tumbang di Indonesia
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: