Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Bank Konvensional dan Syariah Berebut Nasabah, Persaingan Makin Ketat di Era Digital

05 November 2026

PONTIANAK, BISNIS DAILY – Persaingan industri perbankan di Indonesia semakin menarik. Bank konvensional dan bank syariah sama-sama berlomba menarik dana masyarakat, memperluas pembiayaan, hingga menghadirkan layanan digital yang semakin mudah diakses.

Meski memiliki prinsip operasional berbeda, keduanya berada dalam pasar yang sama. Nasabah kini memiliki banyak pilihan untuk menyimpan uang, mengajukan pinjaman, hingga melakukan transaksi keuangan.

Bank konvensional mengandalkan sistem bunga dalam kegiatan usahanya. Sementara bank syariah menjalankan transaksi berdasarkan prinsip Islam melalui akad seperti murabahah, mudharabah, dan wadiah.

Perbedaan sistem tersebut tidak lantas membuat keduanya berjalan di pasar yang terpisah. Justru, persaingan semakin terlihat dalam upaya mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Bank konvensional selama ini memiliki keunggulan dari sisi jaringan, skala usaha, serta beragam layanan keuangan. Sementara bank syariah berupaya memperluas pasar dengan menawarkan produk yang sesuai prinsip Islam, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan teknologi.

Persaingan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi industri perbankan syariah. Sebab, meskipun terus tumbuh, pangsa pasarnya masih jauh lebih kecil dibandingkan perbankan nasional.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Agustus 2026 menunjukkan, total aset perbankan syariah mencapai Rp1.089 triliun. Namun, pangsa pasarnya masih tertahan di angka 7,44 persen.

Di sisi lain, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp748,7 triliun atau tumbuh 11,61 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut masih sedikit di bawah pertumbuhan kredit industri perbankan yang mencapai 13,65 persen.

Angka ini memperlihatkan bahwa industri syariah memiliki ruang pertumbuhan besar, tetapi masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memperluas jangkauan pasar.

OJK juga mendorong penguatan skala usaha perbankan syariah agar mampu bersaing lebih sehat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong konsolidasi dan pembentukan bank syariah dengan kapasitas usaha lebih besar.

Namun, memperbesar aset saja tidak cukup. Bank syariah juga perlu menghadirkan produk yang kompetitif, memperluas jaringan, meningkatkan literasi masyarakat, serta memastikan layanan digital mampu memenuhi kebutuhan nasabah.

Di tengah persaingan tersebut, masyarakat pada akhirnya memiliki kebebasan menentukan pilihan. Ada yang mengutamakan kemudahan transaksi dan jaringan layanan, sementara sebagian lainnya mempertimbangkan prinsip syariah dalam mengelola keuangan.

Persaingan bank konvensional dan syariah pun bukan semata-mata soal siapa yang paling besar. Lebih dari itu, bagaimana masing-masing bank mampu memberikan layanan yang aman, transparan, mudah dijangkau, dan dipercaya masyarakat. (*)

Prev Article
Bank Konvensional Vs Syariah, Berebut Nasabah di Tengah Perubahan Gaya Hidup Digital
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: