Bisnis Daily, PONTIANAK - Di tengah gemerlap ibu kota Inggris, terdapat satu kawasan kecil yang memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi global: City of London. Wilayah seluas sekitar 2,9 kilometer persegi ini kerap dijuluki The Square Mile, namun dampaknya melampaui batas geografisnya yang sempit.
Berbeda dengan Greater London yang mencakup 32 borough, City of London merupakan entitas administratif tersendiri dengan sistem pemerintahan unik yang dikelola oleh City of London Corporation. Kawasan ini dipimpin oleh Lord Mayor of the City of London, posisi yang berbeda dari Wali Kota London.
Sebagai pusat keuangan internasional, City menjadi rumah bagi berbagai institusi penting, termasuk Bank of England yang berperan sebagai bank sentral Inggris. Selain itu, berbagai bank global, perusahaan asuransi, firma hukum internasional, dan pasar valuta asing beroperasi di kawasan ini.
Secara historis, City of London telah menjadi pusat perdagangan sejak era Romawi. Jejak sejarah itu masih terlihat dari bangunan ikonik seperti Katedral St. Paul yang berdiri berdampingan dengan gedung-gedung pencakar langit modern. Perpaduan antara tradisi dan kekuatan finansial modern inilah yang menjadikan City sebagai simbol stabilitas sekaligus dinamika ekonomi.
Meski jumlah penduduk tetapnya relatif kecil, kawasan ini dipadati ratusan ribu pekerja setiap hari kerja. Aktivitas transaksi valuta asing, perdagangan saham, hingga pengelolaan investasi bernilai triliunan dolar berlangsung hampir tanpa henti.
Dalam konteks global, City of London kerap disejajarkan dengan New York dan Hong Kong sebagai salah satu pusat finansial dunia. Kebijakan moneter, pergerakan pasar, hingga dinamika geopolitik internasional sering kali memiliki resonansi langsung terhadap aktivitas di kawasan ini.
Dengan sejarah panjang, struktur pemerintahan unik, dan peran strategis dalam ekonomi global, City of London tetap menjadi episentrum kekuatan finansial Inggris sekaligus salah satu simpul penting dalam arsitektur keuangan dunia.(*)