Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Ekonomi Lagi Sulit? Ini 7 Ide Bisnis yang Tetap Punya Peluang Cuan

04 November 2026

PONTIANAK, BISNIS DAILY – Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat masyarakat semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang. Belanja yang sebelumnya dianggap biasa, kini mulai dipertimbangkan kembali.

Namun, situasi ekonomi sulit bukan berarti peluang usaha ikut menghilang. Justru ada sejumlah bisnis yang berpotensi bertahan karena produknya dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Kuncinya sederhana: jual sesuatu yang memang dibutuhkan orang, harganya masuk akal, dan membuat pelanggan mau kembali membeli. Lantas, bisnis apa saja yang menarik dicoba saat kondisi ekonomi sedang menantang?

1. Frozen Food, Praktis dan Bisa Disimpan

Bisnis makanan beku masih menarik dilirik. Kesibukan masyarakat membuat produk yang praktis dan mudah disiapkan memiliki pasar tersendiri. Mulai dari ayam ungkep, ikan berbumbu, nugget rumahan, hingga pempek dan aneka lauk siap masak bisa menjadi pilihan. Pelaku usaha juga tidak harus langsung membuka toko. Penjualan dapat dimulai dari rumah melalui WhatsApp, media sosial, hingga sistem pre-order.

2. Sembako Paket Hemat, Kebutuhan yang Selalu Dicari

Beras, telur, minyak goreng, gula, dan kebutuhan dapur lainnya merupakan barang yang dibeli masyarakat secara rutin. Peluangnya bisa dikembangkan dengan membuat paket sembako hemat untuk kebutuhan mingguan atau bulanan. Strategi ini menarik karena konsumen bisa berbelanja lebih praktis, sementara penjual berpeluang mendapatkan pelanggan tetap.

3. Jasa Konten Digital, Modal Utamanya Kreativitas

Tidak semua bisnis harus dimulai dengan menyewa tempat atau membeli banyak barang. Jasa pembuatan konten digital justru bisa dimulai dengan modal relatif kecil, terutama bagi yang sudah memiliki ponsel dan kemampuan mengedit video.

Pelaku UMKM membutuhkan foto produk, video promosi, penulisan caption, hingga pengelolaan media sosial. Peluang ini semakin menarik karena banyak usaha kecil ingin dikenal di internet, tetapi belum memiliki tenaga khusus untuk mengurus kontennya.

4. Laundry Kiloan, Peluang dari Kesibukan Masyarakat

Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki aktivitas padat, mencuci dan menyetrika pakaian terkadang menjadi pekerjaan yang ingin diserahkan kepada orang lain.

Bisnis laundry bisa menyasar pekerja, mahasiswa, keluarga, hingga penghuni indekos. Agar lebih kompetitif, pelaku usaha dapat menawarkan layanan antar jemput dan paket langganan mingguan. Namun, perhitungan biaya air, listrik, deterjen, dan perawatan mesin perlu diperhatikan agar keuntungan tidak habis untuk biaya operasional.

5. Sambal dan Makanan Khas Daerah, Bisa Jadi Oleh-Oleh

Bisnis kuliner tidak selalu harus mengikuti tren makanan mahal. Produk sederhana seperti sambal kemasan, kerupuk basah beku, olahan ikan, hingga makanan khas Kalimantan Barat berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Kuncinya ada pada rasa yang konsisten, kemasan menarik, daya tahan produk, dan pemasaran. Jika kualitas terjaga, produk lokal bahkan bisa dipasarkan ke luar daerah.

6. Jasa Servis, Orang Lebih Memilih Memperbaiki

Ketika kondisi ekonomi menantang, membeli barang baru bukan selalu menjadi pilihan utama. Sebagian masyarakat memilih memperbaiki barang yang masih bisa digunakan.

Kondisi ini membuka peluang bagi jasa servis AC, peralatan elektronik, kendaraan, hingga perbaikan peralatan rumah tangga. Bisnis jasa juga memiliki kelebihan karena tidak selalu membutuhkan stok barang dalam jumlah besar.

7. Wisata Lokal dan Camping, Menjual Pengalaman

Bisnis wisata juga bisa dilirik, terutama dengan menawarkan kegiatan yang lebih sederhana dan terjangkau. Misalnya penyewaan tenda, perlengkapan camping, paket perjalanan alam, hingga jasa pemandu wisata lokal.

Kalimantan Barat memiliki potensi wisata alam yang dapat dikembangkan melalui promosi digital. Pelaku usaha juga bisa memanfaatkan konten perjalanan untuk memperkenalkan destinasi sekaligus membangun komunitas wisata.

Bisnis yang Bertahan Bukan Selalu yang Paling Viral

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, memulai usaha tidak harus dengan modal besar atau mengikuti tren yang sedang ramai. Bisnis dengan kebutuhan pelanggan yang jelas, biaya operasional terkendali, dan pembelian berulang justru layak dipertimbangkan.

Sebelum memulai, calon pengusaha perlu menghitung modal, biaya produksi, harga jual, serta kemampuan pasar di sekitarnya. Sebab, usaha yang terlihat ramai belum tentu menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, bisnis sederhana yang memiliki pelanggan tetap bisa menjadi sumber penghasilan jangka panjang.

Pada akhirnya, peluang usaha bukan hanya tentang apa yang sedang tren, tetapi tentang kebutuhan apa yang tetap dicari masyarakat ketika uang sedang terbatas.

Prev Article
Tak Hanya Andalkan YouTube, Ria Ricis Siapkan Investasi Masa Depan Lewat Bisnis Kos-kosan
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: