BISNIS DAILY, PONTIANAK - Hotel Sultan Jakarta merupakan salah satu hotel legendaris di Indonesia yang memiliki sejarah panjang sejak era pembangunan Jakarta sebagai kota internasional pada masa Orde Baru.
Dibangun untuk Menyambut Asian Games
Hotel ini awalnya dibangun menjelang penyelenggaraan Asian Games 1962. Saat itu pemerintah Indonesia membutuhkan fasilitas akomodasi bertaraf internasional untuk menampung tamu negara, atlet, dan delegasi yang datang ke Jakarta.
Hotel tersebut berdiri di kawasan strategis Senayan, berdekatan dengan Gelora Bung Karno yang menjadi pusat pelaksanaan Asian Games.
Bernama Hotel Hilton
Setelah beroperasi, hotel ini dikenal dengan nama Jakarta Hilton International. Dalam waktu lama, Hilton menjadi simbol kemewahan dan menjadi lokasi berbagai acara kenegaraan, bisnis, hingga hiburan.
Sejumlah kepala negara, pejabat tinggi, tokoh dunia, dan selebritas internasional pernah menginap atau menghadiri acara di hotel ini.
Berganti Menjadi Hotel Sultan
Pada awal 2000-an, kerja sama dengan jaringan Hilton berakhir. Pengelola kemudian mengganti nama hotel menjadi Hotel Sultan Jakarta.
Nama "Sultan" dipilih oleh pemiliknya, yakni Pontjo Sutowo melalui perusahaan PT Indobuildco.
Meski berganti nama, hotel tersebut tetap menjadi salah satu ikon industri perhotelan Jakarta dengan kapasitas kamar yang besar dan fasilitas konvensi yang luas.
Sengketa dengan Negara
Permasalahan mulai mencuat ketika pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno menyatakan lahan tempat berdirinya Hotel Sultan merupakan aset negara yang berada di kawasan GBK.
Pemerintah berpendapat hak pengelolaan dan hak guna bangunan yang menjadi dasar pemanfaatan lahan telah berakhir. Sementara pihak PT Indobuildco memiliki pandangan berbeda dan menempuh berbagai upaya hukum.
Sengketa tersebut berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi salah satu konflik aset negara terbesar di Indonesia.
Babak Baru Tahun 2026
Pada Juni 2026, proses eksekusi kawasan Hotel Sultan memasuki tahap pelaksanaan setelah adanya penetapan pengadilan. Peristiwa ini menandai akhir dari salah satu episode paling panjang dalam sejarah pengelolaan aset di kawasan Senayan.
Terlepas dari sengketa yang terjadi, Hotel Sultan tetap tercatat sebagai salah satu hotel paling bersejarah di Jakarta. Dari era Asian Games 1962, masa kejayaan Hilton International, hingga menjadi pusat berbagai kegiatan nasional dan internasional, hotel ini telah menjadi bagian dari perkembangan industri perhotelan Indonesia selama lebih dari enam dekade. (*)