Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Elpiji Naik dan Mulai Langka, Dompet Warga Kembali Diuji

18 June 2026

BISNIS DAILY, PONTIANAK – Keluhan masyarakat terkait harga dan ketersediaan gas elpiji kembali mencuat. Di sejumlah daerah, warga mengaku kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi 3 kilogram, sementara harga di tingkat pengecer mengalami kenaikan dari harga eceran yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi tersebut membuat beban pengeluaran rumah tangga semakin bertambah. Bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan, warung kopi hingga usaha rumahan, kenaikan harga elpiji berpotensi meningkatkan biaya operasional yang pada akhirnya dapat berdampak pada harga jual produk kepada konsumen.

Sejumlah warga mengaku harus berkeliling ke beberapa pangkalan untuk mendapatkan tabung gas melon. Tidak sedikit pula yang terpaksa membeli di pengecer dengan harga yang lebih tinggi karena kebutuhan memasak tidak bisa ditunda.

Pengamat ekonomi menilai kelangkaan elpiji biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari distribusi yang tidak merata, meningkatnya permintaan, hingga praktik penyaluran yang tidak tepat sasaran. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini berpotensi memicu kepanikan pembelian di masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah terus mengingatkan agar elpiji 3 kilogram digunakan oleh kelompok yang berhak menerima subsidi, seperti rumah tangga miskin, usaha mikro, nelayan, dan petani sasaran. Pengawasan distribusi dinilai menjadi kunci agar pasokan dapat tersalurkan secara merata.

Fenomena naiknya harga dan sulitnya memperoleh elpiji juga menjadi perhatian karena terjadi di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat. Kenaikan kebutuhan pokok dan biaya hidup membuat setiap perubahan harga energi rumah tangga langsung berdampak pada daya beli warga.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera memastikan pasokan elpiji tersedia di lapangan serta menindak tegas oknum yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan dengan menaikkan harga di luar ketentuan. (*)

Prev Article
Sejarah Hotel Sultan: Dari Hilton hingga Sengketa Aset Negara

Related to this topic: