Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Shopee vs TikTok Shop, Siapa Bakal Jadi Raja E-Commerce Indonesia? Ini Strategi Dua Raksasa Rebut Hati Konsumen

18 July 2026

BISNIS DAILY, PONTIANAK - Persaingan e-commerce di Indonesia kini mengerucut pada dua nama besar, Shopee dan TikTok Shop. Keduanya berlomba merebut perhatian jutaan konsumen dengan strategi yang berbeda, mulai dari perang promo hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Jika beberapa tahun lalu persaingan melibatkan banyak pemain, kini Shopee dan TikTok Shop menjadi dua kekuatan utama yang saling bersaing ketat. Masing-masing terus berinovasi agar pengguna tetap berbelanja di platform mereka.

Shopee Masih Andalkan Ekosistem Belanja

Shopee mempertahankan posisinya dengan membangun ekosistem belanja yang lengkap. Tidak hanya menawarkan jutaan produk, platform ini juga menghadirkan berbagai layanan yang membuat pengguna tetap aktif setiap hari.

Strategi Shopee antara lain memperkuat program gratis ongkir, cashback, dan promo tanggal kembar seperti 7.7, 8.8, hingga 12.12 yang sudah menjadi agenda belanja masyarakat.

Selain itu, Shopee mengembangkan Shopee Live dan Shopee Video agar pengalaman berbelanja terasa lebih interaktif. Pengguna tidak hanya mencari barang, tetapi juga bisa menonton ulasan produk secara langsung sebelum membeli.

Shopee juga memperkuat layanan pembayaran digital melalui ShopeePay dan SPayLater, mempercepat pengiriman lewat jaringan logistik yang semakin luas, serta memanfaatkan AI untuk memberikan rekomendasi produk yang lebih sesuai dengan minat pengguna.

TikTok Shop Ubah Cara Orang Berbelanja

Berbeda dengan Shopee yang berangkat dari marketplace, TikTok Shop datang dari dunia media sosial.

Strategi utamanya adalah mengubah konten menjadi sarana penjualan. Video pendek, live streaming, dan rekomendasi kreator membuat proses belanja terasa lebih alami. Banyak pengguna akhirnya membeli produk bukan karena mencarinya, tetapi karena tertarik setelah melihat konten yang muncul di beranda.

Didukung algoritma TikTok yang mampu memahami minat pengguna, produk dapat menjangkau calon pembeli yang tepat dalam waktu singkat. Kolaborasi dengan influencer, kreator konten, hingga affiliate juga menjadi mesin utama pertumbuhan TikTok Shop.

Persaingan Tak Lagi Soal Harga

Pengamat ekonomi digital menilai kompetisi saat ini tidak lagi hanya soal siapa yang memberikan diskon terbesar.

Shopee dan TikTok Shop kini berlomba menghadirkan pengalaman belanja yang lebih nyaman, cepat, dan menghibur. Live shopping, personalisasi berbasis AI, pembayaran digital, layanan logistik, hingga program loyalitas menjadi faktor yang semakin menentukan pilihan konsumen.

Di sisi lain, penjual juga semakin selektif memilih platform yang mampu memberikan trafik tinggi, biaya operasional yang efisien, serta fitur pemasaran yang efektif.

Siapa Lebih Unggul?

Shopee masih memiliki keunggulan dari sisi ekosistem marketplace yang matang, jaringan penjual yang luas, dan basis pelanggan yang besar.

Sementara itu, TikTok Shop unggul dalam kemampuan mengubah hiburan menjadi transaksi melalui video pendek dan siaran langsung, sehingga mampu mendorong pembelian impulsif secara lebih efektif.

Melihat tren saat ini, persaingan kedua platform diperkirakan akan semakin sengit. Bukan lagi sekadar adu diskon, tetapi adu inovasi, teknologi, dan kemampuan membaca perilaku konsumen digital Indonesia.

Bagi masyarakat, persaingan ini justru menghadirkan keuntungan berupa lebih banyak pilihan produk, promo yang kompetitif, pengalaman belanja yang semakin mudah, serta layanan yang terus berkembang. (*)

Prev Article
Bukan Sekadar Diskon! Ini Strategi Shopee hingga TikTok Shop Tetap Bertahan di Tengah Sengitnya Persaingan E-Commerce
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: