PONTIANAK, BISNIS DAILY – Penghasilan dari dunia hiburan memang bisa menggiurkan. Namun, bagi sejumlah artis, mengandalkan popularitas saja ternyata tidak cukup. Mereka mulai melirik bisnis properti, salah satunya kos-kosan yang bisa menjadi sumber pemasukan setiap bulan.
Bisnis ini terbilang menarik karena pemilik tidak harus selalu turun tangan mengurus operasional. Selama kamar terisi penyewa, ada pemasukan rutin yang bisa dikumpulkan.
Tak heran, sejumlah selebritas mulai mengalokasikan penghasilannya ke bisnis hunian sewa. Sebut saja Ria Ricis, Tantri Kotak, hingga Samuel Zylgwyn yang pernah diberitakan memiliki usaha kos-kosan.
Ria Ricis Siapkan Kos-kosan untuk Moana
Salah satu artis yang melirik bisnis ini adalah Ria Ricis. YouTuber tersebut memiliki usaha kos-kosan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Lokasinya cukup strategis karena berada di sekitar Universitas Indonesia dan Universitas Pancasila.
Bangunan kos tersebut memiliki dua lantai dengan delapan kamar. Fasilitasnya juga cukup lengkap, mulai dari AC, tempat tidur, lemari hingga kamar mandi dalam.
Menariknya, Ricis punya rencana tersendiri untuk bisnis tersebut. Pada Agustus 2025, ia mengungkapkan ingin menyerahkan usaha kos-kosan itu kepada putrinya, Cut Raifa Aramoana atau Moana. Baginya, properti tersebut bisa menjadi salah satu bekal finansial sang anak ketika dewasa nanti.
Tantri Kotak dan Samuel Zylgwyn Juga Lirik Properti
Selain Ricis, Tantri Kotak juga pernah diberitakan mengembangkan bisnis kos-kosan di Yogyakarta. Usaha tersebut menyasar mahasiswa dan pekerja yang membutuhkan tempat tinggal dekat pusat aktivitas.
Sementara itu, Samuel Zylgwyn juga pernah masuk dalam daftar selebritas yang memiliki bisnis properti kos-kosan di Bandung. Fenomena ini memperlihatkan bahwa bisnis artis tidak selalu berkutat pada kuliner, kosmetik, atau fesyen. Properti juga menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan penghasilan.
Kenapa Kos-kosan Jadi Bisnis Menarik?
Ada beberapa alasan mengapa kos-kosan cukup dilirik sebagai investasi jangka panjang. Pertama, bisnis ini berpotensi menghasilkan uang setiap bulan. Berbeda dengan pekerjaan hiburan yang bergantung pada proyek dan kontrak, kos-kosan bisa memberikan pemasukan selama kamar terisi penyewa.
Kedua, pemilik memiliki aset berupa tanah dan bangunan. Dalam jangka panjang, nilai properti berpotensi meningkat, tergantung lokasi dan kondisi pasar. Ketiga, pasarnya cukup luas. Mahasiswa, pekerja, pegawai, hingga pendatang membutuhkan tempat tinggal sementara.
Misalnya, seseorang memiliki 20 kamar dengan tarif sewa Rp1,5 juta per bulan. Jika seluruh kamar terisi, omzet yang bisa diperoleh mencapai Rp30 juta setiap bulan atau Rp360 juta dalam setahun.
Angka tersebut masih berupa pendapatan kotor, belum dikurangi biaya listrik, air, kebersihan, perawatan bangunan, pajak, dan kamar kosong. Meski terlihat menjanjikan, bisnis kos-kosan juga punya tantangan. Pemilik harus pintar memilih lokasi, menentukan harga sewa, menjaga fasilitas, serta memastikan kamar tidak terlalu lama kosong.
Bagi artis, properti menjadi salah satu cara mengubah penghasilan dari dunia hiburan menjadi aset produktif. Sebab, popularitas bisa datang dan pergi, tetapi aset yang dikelola dengan baik berpotensi terus memberikan pemasukan dalam jangka panjang. (*)