BisnisDaily, JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indoensia mendorong perluasan penempatan pekerja migran Indonesia di Uni Emirat Arab (UEA), khususnya di sektor hospitality dan pekerja terampil, melalui penguatan diplomasi ketenagakerjaan, validasi kebutuhan pasar kerja, serta sistem rekrutmen yang aman dan transparan.
Hal itu dibahas dalam pertemuan Menteri P2MI, Mukhtarudin dengan Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha dan Konsul Jenderal RI di Dubai Denny Lesmana di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
UEA, kata Menteri Mukhtarudin, masih menjadi salah satu negara tujuan yang memiliki peluang penempatan Pekerja Migran, terutama pada sektor hospitality, manufaktur, dan pengelasan atau welder. Bahkan, hingga Oktober 2026, KP2MI telah memfasilitasi 2.074 layanan penempatan PMI ke UEA. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.927 Pekerja Migran tercatat masih memiliki kontrak kerja aktif.
"Peluang tersebut perlu dioptimalkan dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah Indonesia dan perwakilan RI di UEA, termasuk memastikan kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan sesuai dengan permintaan pemberi kerja dan ketentuan yang berlaku. Kami ingin penempatan Pekerja Migran ke UEA tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas, kompetensi, dan pelindungannya," katanya.
Pemerintah juga menjajaki peluang penempatan pada pengguna tenaga kerja (end-user) lainnya di UEA. Langkah tersebut akan didukung melalui business matching yang mempertemukan pemberi kerja, Kementerian P2MI, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), sekolah dan perguruan tinggi pariwisata, serta jejaring profesional Indonesia.
Menteri Mukhtarudin juga mendorong penguatan diplomasi ketenagakerjaan yang terintegrasi dengan sektor hospitality atau gastro-labor diplomacy.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian P2MI meminta dukungan Kedutaan Besar RI di UEA, terutama melalui penguatan fungsi Atase Ketenagakerjaan sebagai sumber informasi pasar kerja dan penghubung dengan otoritas setempat. Validasi job order melalui kanal konfirmasi resmi dinilai penting untuk memastikan keabsahan lowongan dan kebutuhan tenaga kerja.