Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Inflasi Tahunan Indonesia Capai 2,92 Persen, Bulanan 1,66 Persen

05 January 2026

Bisnis Daily, JAKARTA - Indonesia mengalami inflasi 2,92 persen secara tahunan (year on year/ yoy) pada Desember 2025 dan inflasi 0,64 persen secara bulanan alias month to month (mtm).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan makanan, minuman, dan tembakau merupakan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar, mencapai 1,66 persen. Andil inflasi dari kelompok tersebut menyentuh 0,48 persen.

"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah cabai rawit dengan andil inflasi 0,17 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini saat merilis Berita Resmi Statistik, Senin (3/1/2025).

Selain itu, komoditas daging ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen, bawang merah dengan andil inflasi 0,07 persen, ikan segar dengan andil inflasi 0,04 persen, dan telur ayam ras dengan inflasi 0,03 persen.

Sementara untuk inflasi tahunan, didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Inflasinya mencapai 4,58 persen dengan andil 1,33 persen.

Catatan BPS, komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah, ikan segar, beras, dan daging ayam ras. Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi dominan adalah emas perhiasan.

BPS juga mencatat, seluruh 38 provinsi mengalami inflasi secara bulanan, di mana paling tinggi adalah Aceh sebesar 3,06 persen. Sedangkan, inflasi terendah terjadi di Maluku Utara sebesar 0,05 persen.
 

Prev Article
Per 2 Januari, Cadangan Beras Pemerintah Capai 3,25 Juta Ton
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: