Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Libur Natal, Bali Justru Sepi: Ada Apa?

29 December 2025

Bisnis Daily, PONTIANAK - Libur Natal yang biasanya identik dengan Bali yang penuh wisatawan, tahun ini justru terasa berbeda. Sejumlah kawasan wisata tampak lebih lengang dari biasanya. Hotel tidak penuh, pantai tak seramai ekspektasi, dan arus wisatawan terkesan landai. Kok bisa?

1. Libur Natal Singkat, Tidak Semua Ambil Cuti

Libur Natal tahun ini relatif singkat dan tidak banyak “cuti bersama” yang mengapit akhir pekan panjang. Akibatnya, banyak calon wisatawan memilih tidak bepergian jauh dan menunda liburan ke momen lain yang lebih panjang.

2. Tiket Pesawat Mahal Jelang Natal

Menjelang Natal, harga tiket pesawat melonjak. Bagi wisatawan domestik, biaya transportasi ke Bali justru terasa lebih mahal dibanding liburan ke destinasi lain, bahkan ke luar negeri. Kondisi ini membuat sebagian orang mengurungkan niat liburan ke Bali.

3. Fokus Perayaan di Kampung Halaman

Bagi sebagian masyarakat, Natal adalah momen kumpul keluarga, bukan jalan-jalan. Banyak yang memilih pulang kampung dan merayakan Natal secara sederhana, sehingga jumlah wisatawan ke destinasi wisata seperti Bali tidak melonjak signifikan.

4. Wisatawan Asing Tak Lonjak Signifikan

Meski wisatawan mancanegara tetap datang, lonjakannya tidak setinggi ekspektasi. Banyak turis asing yang datang lebih lama, tapi dengan pola belanja hemat dan aktivitas terbatas, sehingga kawasan wisata terlihat lebih sepi.

5. Perubahan Pola Liburan

Tren liburan juga berubah. Wisatawan kini lebih memilih:

  • Staycation singkat
  • Vila privat
  • Liburan dekat rumah

Akibatnya, kawasan publik di Bali tampak lebih lengang meski wisatawan tetap ada.

Dampak bagi Pelaku Wisata

Sepinya Bali saat libur Natal berdampak langsung pada:

  • Hotel dan penginapan
  • Sopir pariwisata
  • Pedagang oleh-oleh
  • UMKM wisata

Banyak pelaku usaha berharap momen Tahun Baru bisa menjadi penyeimbang setelah Natal yang sepi.

Libur Natal yang sepi di Bali bukan karena daya tariknya menurun, melainkan akibat libur yang singkat, tiket mahal, dan perubahan pola wisatawan. Bali masih jadi magnet wisata, tetapi ekspektasi keramaian di momen Natal kini tak bisa lagi disamakan dengan tahun-tahun sebelumnya. (*)

 

Prev Article
Bali Sepi, Jogja Justru Jadi Pilihan Ramai Saat Libur Natal
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: