BISNIS DAILY, PONTIANAK - Kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mulai memukul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Biaya produksi melonjak, sementara harga jual sulit dinaikkan, membuat banyak pelaku usaha berada di posisi serba sulit.
Berdasarkan data terbaru, harga plastik global tercatat naik signifikan hingga 30–60 persen, bahkan di beberapa daerah mencapai lebih dari itu. Kondisi ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku serta lonjakan harga energi dunia.
Kenaikan tersebut tak lepas dari konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi minyak bumi—bahan utama pembuat plastik. Ketika pasokan tersendat, harga bahan baku seperti polipropilena ikut melonjak tajam dalam waktu singkat.
Di lapangan, dampaknya langsung terasa. Harga kantong dan gelas plastik naik drastis. Bahkan, ada produk plastik yang sebelumnya dijual Rp7.000 kini melonjak menjadi Rp12.000 per kilogram.
Bagi UMKM, kondisi ini menjadi tekanan berat. Plastik merupakan komponen penting, terutama untuk kemasan makanan, minuman, hingga produk rumahan. Ketika harga bahan baku naik, pelaku usaha harus memilih antara menaikkan harga jual atau menekan keuntungan.
“Ini bukan sekadar kenaikan biasa, tapi sudah jadi tekanan biaya serius,” demikian peringatan dari DPR yang meminta pemerintah segera turun tangan melindungi pelaku usaha kecil.
Masalahnya, tidak semua pelaku UMKM bisa langsung menaikkan harga. Daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat kenaikan harga berisiko ditinggalkan pelanggan. Akibatnya, banyak pelaku usaha memilih menahan harga, meski margin keuntungan semakin tipis.
Fenomena ini dikenal sebagai cost push inflation, di mana kenaikan biaya produksi memaksa pelaku usaha menanggung beban tambahan.
Di sisi lain, pemerintah daerah mulai mendorong solusi alternatif, seperti penggunaan kemasan non-plastik atau mencari jalur distribusi bahan baku yang lebih murah. Namun, langkah ini dinilai belum cukup untuk meredam tekanan dalam jangka pendek.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya UMKM yang terdampak. Kenaikan harga plastik berpotensi memicu kenaikan harga barang konsumsi secara luas, mulai dari makanan kemasan hingga kebutuhan sehari-hari.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa gejolak global, mulai dari perang hingga krisis energi, kini langsung terasa hingga ke level usaha kecil—bahkan sampai ke sepiring makanan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. (*)