Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Jennifer Coppen Bangun Bisnis Dessert, Ini Strategi Chewy’s Menarik Konsumen

02 November 2026

PONTIANAK, BISNIS DAILY – Nama Jennifer Coppen tidak hanya dikenal di industri hiburan. Aktris sekaligus influencer tersebut kini mulai memperluas kiprahnya di dunia bisnis melalui usaha kuliner bernama Chewy’s Dessert.

Bisnis yang menawarkan aneka makanan manis itu awalnya dirintis Jennifer dari usaha rumahan di Bali. Berawal dari kegemarannya membuat kue, ia kemudian mengembangkan brownies dan cookies menjadi produk komersial yang mendapat perhatian konsumen.

Chewy’s mulai dikenal sejak 2024 melalui penjualan secara daring. Produk yang ditawarkan saat itu didominasi fudgy brownies dan cookies dengan berbagai pilihan rasa.

Seiring meningkatnya permintaan, Jennifer mulai mengembangkan usahanya dengan menghadirkan gerai fisik. Pada September 2025, Chewy’s membuka kafe dessert di Bali.

Tidak berhenti di sana, Jennifer kembali memperluas pasar dengan membuka gerai Chewy’s di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada 20 September 2026.

Ekspansi tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan bisnisnya. Chewy’s kini tidak hanya menjual brownies dan cookies, tetapi juga menawarkan beragam produk makanan dan minuman.

Menu yang tersedia di antaranya donat dengan berbagai topping, brownies, brookies, cookies, kopi, matcha hingga smoothies.

Dari sisi harga, produk Chewy’s menyasar konsumen yang bersedia membayar untuk produk dessert dengan variasi rasa dan tampilan menarik.

Donat dijual mulai sekitar Rp27.500 hingga Rp29.600 per buah. Sementara brownies dibanderol mulai Rp47.000 untuk ukuran kecil dan cookies mulai Rp29.000.

Berawal dari Duka, Berkembang Menjadi Bisnis

Di balik berdirinya Chewy’s, terdapat cerita personal Jennifer. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas membuat kue menjadi salah satu cara untuk melewati masa sulit setelah kehilangan Dali Wassink.

Dalam sebuah wawancara bersama Cinta Laura dan Paraswara pada Mei 2026, Jennifer menceritakan bagaimana baking membantunya menghadapi kesedihan.

Alih-alih terus larut dalam duka, ia memilih kembali ke dapur dan mengembangkan kegemarannya memasak menjadi aktivitas produktif.

Dari kebiasaan tersebut, Chewy’s kemudian berkembang menjadi bisnis yang dikelola lebih serius.

Jennifer juga membagikan proses pengembangan produknya melalui media sosial, termasuk eksperimen resep dan aktivitas di dapur. Strategi tersebut membuat konsumen dapat mengikuti perjalanan merek sejak awal.

Popularitas Bukan Jaminan Bisnis Bertahan

Meski mendapat perhatian karena sosok pemiliknya, Chewy’s tetap menghadapi tantangan persaingan industri kuliner.

Pada akhir Oktober 2026, bisnis dessert Jennifer bahkan menjadi perbincangan setelah sejumlah warganet Malaysia memberikan ulasan negatif terhadap produk donatnya.

Jennifer turut menanggapi kritik yang beredar di media sosial tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa popularitas figur publik memang dapat membantu memperkenalkan sebuah merek kepada pasar. Namun, mempertahankan pelanggan membutuhkan lebih dari sekadar promosi.

Kualitas rasa, konsistensi produk, harga, pelayanan, hingga kemampuan membaca selera konsumen menjadi faktor penting dalam keberlangsungan bisnis kuliner.

Ekspansi Chewy’s dari Bali ke Jakarta menjadi bukti upaya Jennifer mengembangkan bisnisnya ke pasar yang lebih luas.

Ke depan, kemampuan menjaga kualitas dan membangun kepercayaan pelanggan akan menjadi tantangan tersendiri bagi Jennifer dalam mempertahankan Chewy’s di tengah ketatnya persaingan bisnis dessert. (*)

Prev Article
Pembalut Kena PPN 11 Persen, Kebutuhan Dasar Perempuan Ikut Dipajaki

Related to this topic: