PONTIANAK, BISNIS DAILY – Intensitas perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri kembali menjadi perhatian, bukan hanya karena jumlah kunjungannya, tetapi juga menyangkut biaya yang harus dikeluarkan negara setiap kali kepala negara melakukan lawatan bersama rombongan. Namun, hingga kini besaran pasti anggaran untuk satu kali perjalanan luar negeri Presiden Prabowo tidak dibuka ke publik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran perjalanan dinas Presiden memang tersedia dalam anggaran pemerintah. Namun, ketika ditanya mengenai nominalnya, ia menyebut angka tersebut bersifat rahasia.
"Ada pasti dianggarkan. Anda mau lihat rahasia presiden? Ya enggak boleh lah," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, 5 Juni 2026.
Pernyataan tersebut membuat biaya riil satu kali lawatan Presiden ke luar negeri belum dapat dihitung secara pasti dari data pemerintah yang tersedia untuk publik.
Puluhan hingga Ratusan Miliar Sekali Jalan
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal sebelumnya menyoroti besarnya biaya perjalanan luar negeri Presiden. Menurut Dino, satu perjalanan Presiden Prabowo bersama rombongan ke luar negeri dapat menghabiskan puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
Biaya tersebut, menurut Dino, tidak hanya mencakup tiket pesawat. Di dalamnya terdapat kebutuhan tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokol, pengamanan hingga uang harian delegasi. Namun angka puluhan hingga ratusan miliar tersebut merupakan pernyataan Dino, bukan angka resmi yang dirilis pemerintah untuk setiap perjalanan.
Rombongan Prabowo Kini Diklaim Lebih Sedikit
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan mengenai komposisi rombongan Presiden. Teddy menyebut pada periode sebelumnya rombongan kunjungan luar negeri bisa mencapai lebih dari 120 orang. Sementara pada era Prabowo, jumlah rombongan disebut berada pada kisaran 50 sampai 60 orang maksimal.
Pengurangan jumlah rombongan tersebut disebut sebagai bagian dari efisiensi perjalanan luar negeri. Meski demikian, jumlah personel bukan satu-satunya komponen biaya. Transportasi, akomodasi, pengamanan, logistik dan kebutuhan protokoler tetap menjadi bagian dari pembiayaan kunjungan Presiden.
Kelebihan Biaya Ditanggung Prabowo
Teddy juga menegaskan bahwa apabila terdapat biaya tambahan di luar anggaran yang telah disediakan negara, kelebihan tersebut disebut ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo.
"Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ujar Teddy.
Menkeu Purbaya juga mengonfirmasi bahwa pemerintah memang memiliki anggaran untuk perjalanan dinas Presiden. Namun, ia tidak mengungkapkan besaran anggaran tersebut kepada publik.
Aturan Negara Wajibkan Efisiensi
Sekretariat Negara sendiri menyebut perjalanan dinas luar negeri yang menggunakan APBN/APBD harus memperhatikan efisiensi anggaran. Pejabat yang berwenang diwajibkan membatasi perjalanan luar negeri untuk kegiatan yang memiliki prioritas tinggi dan penting, termasuk dengan mengurangi frekuensi, jumlah orang dan lamanya perjalanan.
Karena itu, pembahasan mengenai perjalanan luar negeri Presiden tidak hanya berkaitan dengan berapa kali Prabowo pergi ke luar negeri, tetapi juga bagaimana anggaran setiap perjalanan tersebut digunakan.
Sampai saat ini, angka resmi biaya satu kali perjalanan luar negeri Presiden Prabowo belum dipublikasikan secara terbuka. Yang tersedia adalah keterangan pemerintah bahwa biaya perjalanan telah dianggarkan, sementara kelebihan biaya di luar anggaran ditanggung secara pribadi oleh Presiden. (*)