Bisnis Daily, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memasok 1,7 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta.
Alasannya, untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga di tingkat konsumen selama momentum Ramadan 1447 Hijriah.
Menurut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Muhammad Agung Sunusi, hal itu bagian dari upaya konkret pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga cabai rawit merah di tingkat konsumen.
Ia mengatakan, PIKJ akan terus menerima pasokan cabai rawit merah dari sentra produksi melalui dukungan kuat dari champion cabai yang telah dibangun Kementan di berbagai daerah.
"Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Adapun harga cabai rawit merah yang disuplai oleh champion cabai ditentukan di kisaran Rp50.000 per kilogram.
Pemerintah, melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) Badan Pangan Nasional (Bapanas), kata dia, memberikan subsidi biaya transportasi dari sentra produksi ke PIKJ.
Diketahui, harga komoditas hortikultura lainnya secara umum relatif stabil.
Cabai rawit putih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram, cabai besar merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp50.000 per kilogram.
Dari seluruh jenis cabai tersebut, hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan harga cabai rawit merah di awal Ramadan dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi di sejumlah sentra produksi.
Intensitas hujan yang meningkat menyebabkan aktivitas pemetikan tidak dapat dilakukan secara optimal, sehingga pasokan sempat tertahan.
Kementan memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan cabai di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, champion cabai, serta pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi dari sentra produksi ke pasar.
Upaya stabilisasi itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan.
"Intervensi distribusi akan terus dilakukan secara responsif apabila terjadi lonjakan harga, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga terjangkau," tambah Agung.