BISNIS DAILY, PONTIANAK - Selat Bab el-Mandeb bukan sekadar jalur laut biasa. Sejak ribuan tahun lalu, tempat ini sudah jadi “jalan tol” perdagangan dunia.
Di zaman kuno, kapal-kapal dari Mesir, Romawi, hingga Arab melintasi selat ini untuk membawa rempah-rempah, emas, dan berbagai komoditas berharga. Letaknya yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden membuatnya jadi jalur utama antara Afrika, Timur Tengah, dan Asia.
Masuk abad pertengahan, selat ini makin ramai karena jadi jalur penyebaran perdagangan dan budaya, termasuk pengaruh Islam ke Afrika Timur. Karena nilainya yang strategis, kawasan ini sering diperebutkan oleh berbagai kekuatan.
Saat era kolonial, Britania Raya ikut menguasai wilayah penting di sekitar selat, termasuk pelabuhan Aden. Tujuannya jelas: mengamankan jalur perdagangan menuju Asia.
Peran Bab el-Mandeb makin “naik level” setelah dibukanya Terusan Suez pada 1869. Sejak saat itu, selat ini jadi salah satu jalur tercepat yang menghubungkan Eropa dan Asia.
Hingga sekarang, Bab el-Mandeb tetap jadi jalur vital dunia, terutama untuk pengiriman minyak dan barang antar benua.
7 Fakta Unik Bab el-Mandeb
1. Arti Namanya Serem
“Bab el-Mandeb” berarti Gerbang Air Mata. Konon karena banyak kapal karam atau tragedi di masa lalu.
2. Jalur Minyak Dunia
Sebagian besar distribusi minyak dari Timur Tengah ke Eropa lewat sini. Kalau terganggu, harga minyak bisa langsung naik.
3. Super Sibuk
Termasuk salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia—ribuan kapal melintas tiap tahun.
4. Titik Sempit Tapi Krusial
Lebarnya relatif sempit, tapi dampaknya global. Sedikit gangguan saja bisa bikin efek domino ke ekonomi dunia.
5. Dekat Wilayah Konflik
Berada di sekitar kawasan rawan seperti Yaman, sehingga sering jadi sorotan geopolitik.
6. Pernah Jadi Rebutan Dunia
Dari kerajaan kuno sampai kekuatan kolonial, semua ingin menguasai jalur ini.
7. Pengaruhnya Sampai ke Indonesia
Gangguan di sini bisa bikin:
- harga minyak naik
- biaya impor naik
- bahkan ikut tekan nilai rupiah
Dari kisah kapal dagang kuno hingga jadi jalur utama distribusi minyak dunia, Bab el-Mandeb membuktikan bahwa lokasi kecil bisa punya dampak besar. Di era modern, setiap dinamika yang terjadi di selat ini tak hanya memengaruhi kawasan sekitarnya, tapi juga bisa berdampak hingga ke ekonomi global, termasuk Indonesia. (*)