Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

10 Fakta Sejarah nan Unik Selat Bab el-Mandeb, Selat Penghubung Tiga Benua

30 April 2026

BISNIS DAILY, PONTIANAK — Di balik jalur perdagangan dunia yang sibuk, ada satu titik sempit yang menyimpan sejarah panjang sekaligus peran besar dalam ekonomi global, yakni Selat Bab el-Mandeb. Sejak ribuan tahun lalu, selat ini telah menjadi jalur vital yang menghubungkan berbagai peradaban, dari perdagangan kuno hingga distribusi energi modern.

Berikut 10 fakta sejarah penting tentang Selat Bab el-Mandeb yang bikin kamu makin paham betapa krusialnya jalur ini:

1. Jalur Dagang Sejak Zaman Kuno

Sejak ribuan tahun lalu, selat ini sudah dipakai oleh Mesir Kuno, Romawi, dan pedagang Arab untuk perdagangan rempah, emas, dan dupa.

2.  Penghubung Tiga Benua

Bab el-Mandeb jadi jalur penting yang menghubungkan Afrika, Asia, dan Eropa dalam satu rute perdagangan.

3.  Jalur Penyebaran Islam

Pada abad pertengahan, selat ini berperan dalam penyebaran Islam dari Jazirah Arab ke Afrika Timur.

4. Sering Jadi Rebutan

Karena strategis, wilayah ini sering diperebutkan oleh kerajaan lokal, kekuatan Arab, hingga imperium besar

5.  Dikuasai Inggris di Era Kolonial

Britania Raya menguasai pelabuhan penting seperti Aden untuk mengontrol jalur ke India.

6.  Makin Penting Setelah Terusan Suez Dibuka

Sejak Terusan Suez dibuka tahun 1869, selat ini jadi jalur utama perdagangan Eropa–Asia.

7. Terlibat dalam Konflik Global

Selat ini terdampak berbagai konflik besar, termasuk ketegangan Timur Tengah dan perang regiona

8. Jalur Minyak Dunia

Sejak abad ke-20, Bab el-Mandeb jadi jalur penting distribusi minyak dari Timur Tengah ke Eropa dan Amerika.

9. Rawan Pembajakan

Dalam beberapa dekade terakhir, kawasan ini sempat dikenal rawan pembajakan kapal, terutama dari wilayah sekitar Afrika Timur.

10. Pengaruhnya Sampai Global

Gangguan di selat ini bisa memicu:

  • kenaikan harga minyak
  • gangguan logistik dunia
  • tekanan ekonomi global

Dari jejak sejarah hingga perannya saat ini, Bab el-Mandeb membuktikan bahwa sebuah jalur kecil bisa memiliki pengaruh besar. Hingga kini, selat ini tetap menjadi kunci dalam pergerakan perdagangan dunia, sekaligus titik strategis yang terus diperhatikan karena dampaknya yang bisa menjalar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. (*)

Prev Article
Sejarah Selat Bab el-Mandeb: Selat yang ‘Diseret’ dalam Perang Iran-Amerika Israel
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: