BISNIS DAILY, PONTIANAK – Pergerakan pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10/2026) menunjukkan tren positif di sebagian besar sektor. Sektor energi menjadi pemimpin penguatan, sementara saham teknologi justru berakhir di zona merah.
Berdasarkan data penutupan perdagangan, sektor energi menguat 1,88 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor transportasi dan logistik yang naik 1,64 persen.
Penguatan juga terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 1,28 persen dan keuangan yang tumbuh 1,25 persen. Sektor kesehatan turut mencatat kenaikan 1,09 persen.
Sementara itu, sektor bahan baku menguat 0,94 persen, diikuti konsumen primer sebesar 0,88 persen dan konsumen nonprimer 0,60 persen.
Sektor properti dan industri juga ditutup menguat, masing-masing sebesar 0,52 persen dan 0,36 persen.
Di tengah tren positif tersebut, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang mencatat pelemahan, dengan penurunan sebesar 0,66 persen.
Energi Jadi Sorotan
Penguatan sektor energi menjadi salah satu sorotan dalam perdagangan saham kali ini. Kenaikan 1,88 persen menempatkan sektor tersebut di posisi teratas dibandingkan sektor lainnya.
Meski begitu, penguatan indeks sektoral tidak otomatis berarti seluruh saham energi mengalami kenaikan. Pergerakan setiap emiten tetap dipengaruhi kinerja perusahaan, harga komoditas, serta sentimen pasar.
Sebaliknya, pelemahan sektor teknologi menunjukkan bahwa penguatan pasar tidak terjadi secara merata. Investor tetap perlu mencermati kondisi masing-masing perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Pergerakan sektoral ini juga menjadi gambaran bahwa peluang dan risiko di pasar saham bisa berbeda antara satu industri dan industri lainnya.
Untuk perdagangan Jumat (23/10/2026), pelaku pasar masih perlu mencermati pergerakan indeks, transaksi investor, serta perkembangan sentimen ekonomi global untuk melihat apakah tren penguatan berlanjut. (*)