BISNIS DAILY, PONTIANAK – Dunia kuliner lagi-lagi diramaikan fenomena viral. Kali ini datang dari Aldi’s Burger yang sukses bikin netizen bukan cuma lapar, tapi juga auto penasaran.
Bukan restoran mewah, bukan juga brand lama. Tapi Aldi’s Burger punya satu senjata yang bikin beda: marketingnya nyeleneh tapi nempel banget di kepala.
Salah satu yang paling ikonik tentu saja jingle mereka. Singkat, simpel, tapi sekali dengar langsung susah dilupain. Scroll TikTok bentar aja, suara khasnya bisa muncul berkali-kali. Tanpa sadar, brand-nya langsung keingat.
Menariknya, konten yang dibuat juga jauh dari kata ribet. Nggak pakai kamera mahal atau konsep yang terlalu serius. Cukup video sederhana, fokus ke burger, ekspresi makan, dan upload yang konsisten. Tapi justru itu yang bikin terasa “dekat” dan real.
Soal menu, Aldi’s Burger juga main di strategi yang cerdas. Nama-nama seperti “Brother” dan “Big Brother” terdengar santai, gampang diingat, dan punya karakter. Ditambah lagi harga yang langsung ditampilkan di konten—ramah di kantong anak muda.
Alih-alih jualan dengan klaim berlebihan, mereka justru tampil apa adanya. Murah, kenyang, dan enak. Simpel, tapi kena.
Efek viral pun nggak bisa dihindari. Banyak orang akhirnya datang bukan cuma buat makan, tapi juga ikut merasakan hype yang lagi ramai. Istilahnya, bukan sekadar beli burger—tapi ikut tren.
Meski saat ini belum hadir di Pontianak, fenomena Aldi’s Burger jadi bukti kalau kekuatan branding dan media sosial bisa mengubah usaha sederhana jadi pusat perhatian nasional.
Buat pelaku UMKM, ini bisa jadi pelajaran penting: kadang yang dibutuhkan bukan konsep ribet, tapi cara unik untuk bikin orang ingat—dan akhirnya datang.(*)