Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Amerika Mundur dari 66 Organisasi Dunia, Sinyal Buruk bagi Ekonomi Negara Berkembang, Termasuk Indonesia?

09 January 2026

Bisnis Daily, PONTIANAK - Langkah Amerika Serikat menarik diri dari 66 organisasi internasional tak hanya mengubah peta politik global, tetapi juga berpotensi memengaruhi arah ekonomi negara berkembang, termasuk Indonesia. Meski dampaknya tidak terjadi secara langsung, efek ikutannya patut dicermati.

Selama ini, Amerika dikenal sebagai salah satu donor terbesar dalam berbagai lembaga internasional yang bergerak di bidang pembangunan, energi, kesehatan, hingga iklim. Ketika AS mundur, sebagian organisasi berpotensi mengalami pengurangan anggaran. Kondisi ini bisa berdampak pada proyek-proyek pembangunan di negara berkembang yang selama ini mengandalkan pendanaan multilateral.

Bagi Indonesia, sektor energi dan ekonomi hijau menjadi salah satu yang paling sensitif. Banyak program transisi energi, pengurangan emisi, hingga pengembangan energi terbarukan yang melibatkan dukungan lembaga internasional. Jika kontribusi AS berkurang, pembiayaan proyek-proyek tersebut bisa menjadi lebih mahal atau membutuhkan waktu lebih lama untuk direalisasikan.

Dari sisi perdagangan global, melemahnya peran AS di forum internasional juga berpotensi mengubah arah kebijakan dan standar ekonomi dunia. Negara berkembang seperti Indonesia perlu lebih aktif menjaga kepentingan nasional agar tidak tertinggal dalam arus perubahan aturan perdagangan, investasi, dan industri hijau.

Meski demikian, kondisi ini juga membuka ruang peluang. Indonesia dapat memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dengan negara-negara lain, seperti China, Uni Eropa, Jepang, hingga Timur Tengah. Selain itu, Indonesia juga berpeluang meningkatkan perannya di kawasan ASEAN sebagai motor pertumbuhan ekonomi regional.

Pada akhirnya, mundurnya Amerika dari puluhan organisasi dunia menjadi tantangan sekaligus ujian bagi negara berkembang. Bagi Indonesia, kuncinya terletak pada kemampuan beradaptasi, memperluas sumber pembiayaan, serta memperkuat posisi tawar di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. (*)

 

Prev Article
Amerika Mundur dari 66 Organisasi Dunia, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: