Bisnis Daily, PONTIANAK - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo kasih “warning halus” soal arah ekonomi Indonesia. Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi yang lagi bagus banget sekarang nggak akan bertahan lama kalau sektor riil, terutama UMKM yang pastinya nggak ikut ditransformasi.
Dalam forum ekonomi yang digelar di Jakarta, ia bilang bahwa sektor riil itu ibarat “mesin utama” ekonomi Indonesia. Mesin ini harus terus diservis, ditingkatkan, bahkan dimodifikasi supaya makin kencang.
“Pertumbuhan tinggi itu keren, tapi nggak cukup kalau sektor riil kita masih jalan pelan,” ujar Perry Warjiyo.
Menurut BI, perubahan paling penting ada di tiga hal:
1. UMKM Harus Go-Digital
Nggak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan offline. UMKM didorong masuk e-commerce, pakai QRIS, sampai ngatur stok lewat aplikasi biar lebih efisien.
2. Akses Pembiayaan Lebih Mudah
BI lagi nge-push pembiayaan murah dan hijau (green financing). Harapannya, UMKM bisa dapat modal tanpa ribet dan bisa naik kelas, bukan hanya bertahan.
3. Rantai Pasok Harus Mulus
UMKM sering mandek karena distribusi dan logistik lambat. Transformasi sektor riil berarti memperbaiki akses bahan baku, gudang, sampai kemitraan dengan industri besar.
Gubernur BI menegaskan, kalau UMKM makin kuat, ekonomi otomatis makin tahan banting. Apalagi UMKM adalah penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
“Pertumbuhan ekonomi itu bukan cuma angka. Harus terasa sampai ke warung, bengkel, kedai kopi, dan pelaku usaha lokal lainnya,” tegasnya.
Dengan kata lain, kalau Indonesia mau terus ngebut dan nggak cuma jago di statistik, sektor riil—terutama UMKM—harus ikut dimodernisasi. Tanpa itu, pertumbuhan cuma jadi angka di layar, bukan kesejahteraan nyata buat masyarakat. (*)