BISNIS DAILY, PONTIANAK — Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan terus menunjukkan tren positif. Pemerintah bersama berbagai pihak mendorong percepatan pembiayaan hunian rakyat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI hadir dalam kegiatan kolaborasi pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat yang digelar di SMP Negeri 27 Surabaya, Minggu (3/5/2026). Agenda ini menjadi ajang konsolidasi antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, hingga pelaku usaha.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Menteri PKP Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta perwakilan dari berbagai lembaga keuangan dan BUMN.
Gubernur Khofifah menyebut program ini sebagai bagian dari prioritas nasional yang bertujuan menghadirkan hunian layak bagi masyarakat.
“Ini bagian dari program prioritas Presiden agar masyarakat bisa memiliki rumah sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri PKP yang akrab disapa Ara menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki efek ganda terhadap perekonomian.
“Perumahan bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga menggerakkan sektor konstruksi, bahan bangunan, hingga UMKM,” jelasnya.
BTN Catat Penyaluran Ratusan Miliar
Dalam kesempatan tersebut, Ara mengapresiasi peran Bank Tabungan Negara (BTN) yang aktif menyalurkan KUR Perumahan.
Di Jawa Timur, BTN telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp305,26 miliar kepada 245 nasabah, angka yang dinilai cukup signifikan.
“Ini capaian yang sangat baik. Ke depan kita siapkan tambahan kuota Rp500 miliar agar manfaatnya semakin luas,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, realisasi KUR Perumahan di Jawa Timur saat ini telah mencapai Rp2,47 triliun, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program ini.
Tak Sekadar Rumah, Dorong Ekonomi Rakyat
Pemerintah menekankan bahwa KUR Perumahan bukan hanya soal kepemilikan rumah, tetapi juga bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi.
Program ini diharapkan:
- memperluas akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
- membuka peluang usaha di sektor perumahan
- menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif
Menteri Ara bahkan mendorong lahirnya wirausaha baru, khususnya di kalangan anak muda.
“Kita ingin lahir lebih banyak pelaku usaha baru dari sektor ini,” katanya.
Kolaborasi Jadi Kunci
Keberhasilan program ini tak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perbankan, pengembang, hingga pelaku usaha.
Pemerintah juga mendorong peran aktif pemerintah daerah untuk memperluas sosialisasi program agar lebih banyak masyarakat bisa mengakses pembiayaan.
“Kita tidak bisa kerja sendiri. Kolaborasi jadi kunci agar program ini benar-benar berdampak,” tegas Ara.
Target Besar
Dengan capaian yang terus meningkat, KUR Perumahan diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi kebutuhan hunian sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Pemerintah optimistis, lewat skema pembiayaan yang semakin luas dan terjangkau, impian memiliki rumah bukan lagi hal yang sulit bagi masyarakat Indonesia. (*)