Bisnis Daily, PONTIANAK – Lagi rame nih! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal isu utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang nilainya nggak main-main. Tapi, yang bikin heboh bukan soal jumlahnya, melainkan sikap tegas Purbaya: “Jangan pakai APBN buat bayar, ya lucu aja!”
Dalam wawancara bareng media, Purbaya bilang kalau proyek besar seperti ini harus tanggung jawab lembaga terkait, bukan duit rakyat lewat APBN.
“Kita punya lembaga pengelola investasi kayak Danantara, duitnya banyak, ya pakai itu aja. Masa uang rakyat yang dipakai buat nutup utang?” katanya dengan gaya santai tapi nyelekit.
Purbaya kasih contoh, Danantara aja tiap tahun bisa ngumpulin dividen BUMN sampai Rp80 triliun, jadi harusnya cukup buat bantu nutup kewajiban proyek strategis kayak kereta cepat. Artinya, negara nggak perlu bongkar celengan APBN cuma buat bayar bunga dan pokok utang Whoosh.
Biar makin jelas, proyek kereta cepat ini memang punya utang ke China Development Bank (CDB) yang jadi sumber pendanaan utama. Tapi karena biaya proyek sempat bengkak alias cost overrun, muncul wacana pakai APBN buat nutupin. Dan di sinilah Purbaya bilang: “Nope, jangan gitu!”
Pihak Istana juga ikut nimbrung. Katanya, pemerintah masih nyari skema terbaik biar beban proyek nggak jatuh ke anggaran negara. Salah satu ide yang lagi dibahas: restrukturisasi utang dan kemungkinan suntikan modal baru ke KAI atau konsorsium yang nanganin proyek Whoosh. (*)