Bisnis Daily, PONTIANAK - Ferrari bukan sekadar mobil sport mahal. Di balik logo kuda jingkrak, ada banyak cerita unik, sejarah panjang, dan keputusan ekstrem yang membuat Ferrari berbeda dari merek mobil lain.
1. Ferrari Lahir dari Dunia Balap
Ferrari didirikan oleh Enzo Ferrari pada 1947, dan sejak awal tujuannya satu: balap. Mobil jalan raya dibuat bukan sebagai produk utama, melainkan untuk membiayai tim balap Ferrari. Hingga kini, DNA balap masih menjadi napas setiap Ferrari.
2. Logo Kuda Jingkrak Punya Cerita Heroik
Logo cavallino rampante (kuda jingkrak) berasal dari lambang pesawat tempur milik Francesco Baracca, pahlawan udara Italia pada Perang Dunia I. Ibunya meminta Enzo Ferrari menggunakan simbol itu sebagai pembawa keberuntungan.
3. Warna Merah Bukan Sekadar Gaya
Warna merah khas Ferrari, Rosso Corsa, awalnya bukan pilihan desain. Merah adalah warna resmi tim balap Italia dalam ajang internasional. Lambat laun, merah justru menjadi identitas Ferrari di seluruh dunia.
4. Ferrari Sengaja Membatasi Produksi
Ferrari tidak pernah mengejar produksi massal. Bahkan ketika permintaan tinggi, Ferrari memilih membatasi jumlah unit demi menjaga eksklusivitas. Prinsip Enzo Ferrari terkenal:
“Ferrari akan selalu memproduksi satu unit lebih sedikit dari permintaan.”
5. Tidak Semua Orang Bisa Beli Ferrari Baru
Punya uang saja belum tentu bisa membeli Ferrari edisi terbatas. Calon pembeli biasanya harus:
Sudah punya Ferrari sebelumnya
Punya riwayat kepemilikan baik
Disetujui langsung oleh pabrikan
Ferrari menjaga citra merek seketat klub eksklusif.
6. Ferrari Termahal Tembus Rp1 Triliun
Ferrari 250 GTO menjadi mobil termahal di dunia setelah terjual sekitar US$70 juta atau lebih dari Rp1 triliun. Ini membuktikan Ferrari bukan hanya mobil, tapi juga aset investasi kelas dunia.
7. Ferrari Punya Divisi Khusus Mobil “Satu-satunya”
Lewat program Ferrari Special Projects, pabrikan bisa membuat mobil custom satu unit sesuai keinginan klien super-kaya. Desain, mesin, hingga detail terkecil bisa berbeda dari model biasa.
8. Ferrari Sangat Ketat soal Modifikasi
Ferrari dikenal tidak suka mobilnya dimodifikasi sembarangan. Beberapa pemilik bahkan pernah ditegur karena modifikasi ekstrem yang dianggap merusak citra merek. Ferrari ingin setiap mobil tetap mencerminkan standar pabrikan.
9. Ferrari Pernah Hampir Bangkrut
Pada 1960–1970-an, Ferrari sempat mengalami kesulitan finansial. Untuk bertahan, Enzo Ferrari menjual sebagian saham ke Fiat. Keputusan ini menyelamatkan Ferrari dan membuatnya tetap eksis hingga sekarang.
10. Ferrari Tetap Pakai Mesin Bensin di Era Listrik
Meski mulai mengembangkan teknologi hybrid, Ferrari menegaskan bahwa mesin bensin akan tetap hidup selama mungkin. Bagi Ferrari, suara mesin dan sensasi berkendara adalah jiwa yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh listrik. Ferrari bukan sekadar mobil cepat dan mahal. Ia adalah perpaduan sejarah, balap, emosi, dan eksklusivitas. Dari logo kuda jingkrak hingga harga triliunan, Ferrari tetap menjadi simbol mimpi