Bisnis Daily, PONTIANAK - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali jadi sorotan investor, pebisnis, dan masyarakat luas setelah mencatatkan angka yang bikin mata terbelalak. Dalam beberapa hari terakhir, harga emas Antam sempat melejit tinggi, bahkan menyentuh level rekor tertinggi baru di kisaran lebih dari Rp 3,1 juta per gram sebelum terkoreksi tipis beberapa waktu belakangan.
Kenaikan harga ini tidak terjadi sendirian. Tren emas yang melambung tinggi terjadi karena emas kembali jadi pilihan utama investor sebagai aset aman (safe haven) di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian — termasuk isu geopolitik dan fluktuasi nilai mata uang. Permintaan meningkat, otomatis harga ikut terdongkrak.
Bagaimana pergerakannya?
Awalnya harga emas Antam dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan tren naik, bahkan sempat pecah rekor lebih dari Rp 3 juta per gram — tingkat tertinggi yang belum pernah tercatat sebelumnya. Namun pada akhir pekan ini, harga emas Antam mengalami penurunan cukup signifikan dan melorot menjadi sekitar Rp 2,86 juta per gram, turun sekitar Rp 260 ribu dari level tertinggi minggu ini — dinamika yang bikin investor kampung dan pemain lama pada geleng kepala.
Apa artinya buat pasar dan masyarakat?
Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar emas bukan cuma naik terus tanpa jeda. Harga emas bisa bergejolak tergantung pada sentimen global, data ekonomi, nilai tukar rupiah, dan perilaku investor. Bagi sebagian orang yang sudah nabung emas di harga rendah, ini mungkin kesempatan buat ambil untung (jual cuan) sebelum harga turun lebih jauh lagi.
Kenapa emas tetap jadi favorit?
Walau turun akhir-akhir ini, emas tetap dilihat sebagai instrumen investasi stabil jangka panjang — terutama saat banyak orang khawatir dengan pasar saham, inflasi, atau perubahan kebijakan ekonomi di negara besar. Tren ini membuat emas sering disebut “surga aman” di tengah badai. (*)