Bisnis Daily, PONTIANAK - Bungkusnya perak, namanya kebarat-baratan, dan hampir selalu ada di rak minimarket. SilverQueen sudah jadi cokelat “langganan” banyak orang Indonesia—entah buat camilan, hadiah dadakan, atau sekadar penenang di hari panjang.
Uniknya, meski sering dikira cokelat impor, SilverQueen justru lahir dan besar di Indonesia. Di balik rasanya yang familiar, cokelat legendaris ini menyimpan banyak cerita menarik yang jarang diketahui. Dari asal-usulnya hingga alasan kenapa ia tetap bertahan lintas generasi, berikut 10 fakta tentang SilverQueen yang bikin kamu bilang, “Oh, pantesan.”
1. Namanya Bule, Tapi Asli Indonesia
Jangan tertipu namanya. SilverQueen lahir di Garut, Jawa Barat, sejak awal 1950-an. Ini cokelat lokal yang tumbuh besar di negeri sendiri.
2. Usianya Sudah Lebih dari 70 Tahun
SilverQueen termasuk salah satu merek cokelat tertua di Indonesia. Ia sudah melewati berbagai era—dari masa pasca-kemerdekaan sampai era digital.
3. Diproduksi oleh Industri Ceres
SilverQueen pertama kali diproduksi oleh PT Perusahaan Industri Ceres, pabrik cokelat pionir yang berbasis di Jawa Barat dan berperan besar dalam sejarah industri makanan Indonesia.
4. Pelopor Cokelat Kacang Mede
SilverQueen adalah salah satu cokelat pertama yang memadukan cokelat dengan kacang mede, rasa yang kemudian jadi identitas kuat hingga sekarang.
5. Bungkus Peraknya Hampir Tak Berubah
Desain kemasan perak SilverQueen relatif konsisten dari dulu. Simpel, elegan, dan mudah dikenali bahkan dari jarak jauh.
6. Premium Tapi Tetap Terjangkau
Sejak awal, SilverQueen memosisikan diri sebagai cokelat yang terlihat premium, tapi masih ramah di kantong. Strategi ini membuat pasarnya sangat luas.
7. Sering Jadi “Cokelat Aman” untuk Hadiah
Banyak orang menganggap SilverQueen sebagai pilihan paling aman saat bingung mau memberi hadiah apa. Hampir semua orang bisa menerimanya.
8. Tetap Diproduksi di Indonesia
Meski kini berada di bawah naungan Delfi Group, SilverQueen tetap diproduksi di Indonesia, menjaga kualitas dan identitas lokalnya.
9. Minim Gimik, Maksimal Daya Tahan
SilverQueen bukan brand yang sering ikut tren viral. Ia bertahan lewat konsistensi rasa, kualitas, dan distribusi kuat.
10. Sudah Jadi Bagian dari Budaya Populer
Lebih dari sekadar cokelat, SilverQueen sudah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Indonesia—hadir di momen kecil tapi berkesan.
Lebih dari sekadar cokelat, SilverQueen sudah menjadi bagian dari keseharian dan memori kolektif orang Indonesia. Ia tidak hadir dengan gimik berlebihan atau tren sesaat, tapi dengan konsistensi rasa, identitas yang kuat, dan kedekatan emosional dengan konsumennya.
Di tengah derasnya merek global dan perubahan selera pasar, SilverQueen membuktikan bahwa produk lokal bisa tetap relevan—asal tahu siapa dirinya dan setia pada kualitas. Dari dulu sampai sekarang, cokelat ini tetap sama: sederhana, akrab, dan selalu punya tempat di hati. (*)