Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Internet Rakyat Jadi Penolong UMKM Biar Nggak Ketinggalan Zaman Digital

26 November 2025

Bisnis Daily, PONTIANAK - Di tengah persaingan bisnis yang makin ketat, pelaku UMKM kini nggak cuma dituntut kreatif, tapi juga harus melek internet. Sayangnya, biaya internet yang kadang bikin kantong menjerit jadi kendala banyak pelaku usaha kecil. Di sinilah konsep Internet Rakyat hadir sebagai penyelamat—koneksi murah, stabil, dan gampang diakses, khusus buat bantu UMKM tetap hidup di dunia serba digital.

Program internet rakyat biasanya dipasang di pusat-pusat aktivitas UMKM, seperti pasar tradisional, sentra kuliner, deretan kios, hingga balai desa yang jadi tempat pelaku usaha berkumpul. Tujuannya simpel: memastikan pedagang, penjual online rumahan, sampai pengusaha mikro bisa tetap terkoneksi tanpa harus keluar biaya besar. Banyak yang bilang, internet rakyat ini seperti “oksigen baru” bagi UMKM—murah tapi bikin usaha terus bernapas.

Dengan koneksi yang terjangkau, UMKM jadi lebih pede buat masuk ke ranah digital. Upload foto produk nggak takut kuota habis, balas pesan pelanggan lebih cepat, dan bikin konten promosi di media sosial pun bisa kapan saja. Bahkan banyak UMKM yang akhirnya berani buka toko di marketplace, daftar layanan makanan online, sampai ikut pelatihan digital gratis hanya karena akses internet sudah lebih mudah.

Kekuatan internet rakyat tidak hanya di harganya yang ramah kantong, tapi juga di semangat kolaboratifnya. Beberapa daerah mengelola jaringan ini lewat pemerintah, sementara lainnya dibangun komunitas atau koperasi lokal. Semua bergerak dengan tujuan yang sama: mendorong ekonomi kecil supaya bisa naik kelas.

Bagi UMKM, internet murah ini ibarat jalan pintas menuju peluang yang lebih besar. Dengan koneksi yang lancar, mereka bisa bersaing lebih sehat, melayani pelanggan lebih cepat, dan memperluas pasar tanpa batas geografis. Internet rakyat bukan sekadar fasilitas—ia adalah modal masa depan bagi pelaku usaha kecil yang ingin tetap relevan di era digital yang bergerak cepat. (*)

Prev Article
Harga Bawang Merah Naik di 196 Kabupaten/Kota, Tertinggi di Papua
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: