Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Daftar Bank Digital Non-Himbara yang Lagi Banyak Dipakai di Indonesia

18 May 2026

 

BISNIS DAILY, PONTIANAK - Bank digital non-Himbara adalah bank digital yang bukan bagian dari bank-bank BUMN anggota Himbara seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

Saat ini, bank digital non-Himbara berkembang cepat karena menawarkan layanan serba online, biaya admin ringan, bunga tabungan kompetitif, hingga fitur transaksi yang praktis. Tren transaksi digital perbankan juga terus naik di Indonesia.

Berikut beberapa bank digital non-Himbara yang cukup populer:

Bank Digital Milik Swasta dan Grup Besar

  • Bank Jago
    Terkenal karena integrasi dengan ekosistem aplikasi digital dan fitur kantong keuangan.
  • SeaBank
    Banyak digunakan pengguna e-commerce karena transaksi cepat dan gratis transfer.
  • Allo Bank
    Terhubung dengan ekosistem ritel dan lifestyle grup CT Corp.
  • BCA Digital
    Mengusung aplikasi blu by BCA dan fokus ke layanan digital tanpa banyak cabang fisik.
  • Bank Neo Commerce
    Dikenal dengan fitur deposito dan promo bunga tinggi.
  • Bank Saqu
    Bank digital yang terafiliasi dengan grup Astra dan fokus ke generasi muda serta UMKM.
  • Amar Bank
    Memiliki aplikasi Tunaiku dan layanan pinjaman digital.
  • Krom Bank
    Mulai dikenal karena fitur tabungan digital dan bunga simpanan kompetitif.
  • Jenius
    Salah satu pionir bank digital di Indonesia dengan fitur budgeting dan kartu debit internasional.
  • MotionBank
    Bagian dari grup MNC dan fokus ke layanan finansial digital.

Kenapa Bank Digital Makin Diminati?

Beberapa alasan bank digital makin populer:

  • buka rekening cukup lewat HP,
  • transfer dan QRIS praktis,
  • minim antre,
  • banyak promo cashback,
  • fitur budgeting lebih modern,
  • dan bunga tabungan/deposito relatif menarik.

Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran digital terus tumbuh tinggi sepanjang 2026, termasuk QRIS dan BI-FAST.

Tapi Ada Tantangannya Juga

Meski berkembang pesat, bank digital juga menghadapi tantangan:

  • persaingan bunga simpanan,
  • keamanan data,
  • penipuan digital,
  • hingga tekanan likuiditas pada sebagian bank digital. 

Di media sosial dan forum komunitas, banyak nasabah juga mulai lebih memperhatikan soal keamanan dana dan batas bunga yang dijamin LPS. (*)

Prev Article
Isu Perbankan Lagi Ramai, Dari Kredit Macet Sampai Serangan Scam Digital
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: