BISNIS DAILY, PONTIANAK – Indonesia mulai serius melirik CNG alias Compressed Natural Gas sebagai salah satu energi masa depan. Pemerintah bahkan mulai menyiapkan uji coba penggunaan CNG untuk rumah tangga pada 2026 mendatang.
Langkah ini muncul karena Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG, terutama gas melon 3 kilogram yang selama ini dipakai masyarakat. Di sisi lain, subsidi LPG juga terus membebani anggaran negara.
Nah, di sinilah CNG mulai masuk sebagai alternatif.
CNG sendiri merupakan gas alam yang dipadatkan dengan tekanan tinggi. Selama ini bahan bakar ini lebih dikenal dipakai untuk kendaraan berbahan bakar gas atau BBG, seperti bus, taksi, hingga kendaraan operasional tertentu.
Kini pemerintah mulai membuka peluang agar CNG juga bisa dipakai masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga.
Menteri dan sejumlah pihak di sektor energi menyebut Indonesia sebenarnya punya cadangan gas alam yang cukup besar. Karena itu, penggunaan CNG dinilai bisa membantu mengurangi impor energi sekaligus membuat biaya energi lebih hemat.
Selain lebih murah, CNG juga dianggap lebih ramah lingkungan dibanding sebagian bahan bakar fosil lainnya.
Menariknya, pemerintah menyebut masyarakat kemungkinan tidak perlu ganti kompor total jika nantinya program ini berjalan. Penyesuaian hanya dilakukan pada regulator dan sambungan tertentu.
Meski begitu, perpindahan ke CNG tentu tidak bisa instan.
Masih ada sejumlah tantangan yang harus disiapkan, mulai dari infrastruktur distribusi gas, tabung berstandar keamanan tinggi, hingga ketersediaan SPBG atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas yang saat ini belum merata di semua daerah.
Di beberapa kota besar, penggunaan CNG sebenarnya sudah lebih dulu berjalan. Bus TransJakarta, sejumlah armada taksi, hingga kendaraan operasional tertentu sudah memakai bahan bakar gas sejak beberapa tahun terakhir.
Pemerintah juga tetap menjalankan berbagai proyek energi lain secara bersamaan, seperti kendaraan listrik, biodiesel, hingga bioetanol.
Artinya, Indonesia bukan sepenuhnya pindah ke CNG, tetapi mulai masuk ke era diversifikasi energi agar tidak bergantung pada satu jenis bahan bakar saja.
Kalau nanti program ini benar-benar berjalan luas, bukan tidak mungkin tabung gas di dapur rumah bakal berubah bentuk dalam beberapa tahun ke depan. (*)