Bisnis Daily, PONTIANAK - PT Perusahaan Industri Ceres didirikan pada awal 1950-an oleh keluarga Husein, pengusaha Indonesia yang melihat potensi besar dari pengolahan kakao dan gula di dalam negeri.
Di masa pasca-kemerdekaan, ketika industri makanan modern masih sangat terbatas, langkah ini terbilang berani. Alih-alih hanya menjual bahan mentah, keluarga Husein memilih membangun industri pengolahan—sebuah visi yang saat itu belum banyak dipikirkan pengusaha lokal.
Membangun dari Daerah, Bukan Ibu Kota
Garut dipilih bukan tanpa alasan. Selain iklim yang mendukung, wilayah ini dekat dengan sentra pertanian dan jalur distribusi di Jawa Barat.
Dari kota inilah, Ceres mulai memproduksi berbagai olahan cokelat dan gula, sebelum akhirnya melahirkan satu produk yang kelak menjadi ikon nasional: SilverQueen.
Di tangan keluarga Husein, cokelat tak sekadar produk makanan, tetapi simbol bahwa industri lokal mampu bersaing dengan produk luar negeri.
Visi: Lokal Rasa Internasional
Salah satu keputusan paling berani adalah memberi nama SilverQueen—nama berbahasa Inggris di tengah dominasi merek lokal berbahasa Indonesia. Pilihan ini mencerminkan visi keluarga Husein: membuat produk lokal yang tampil percaya diri di pasar global.
Pendekatan ini sukses. SilverQueen tampil sebagai cokelat premium, namun tetap bisa dijangkau masyarakat luas. Strategi yang kemudian menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan merek ini selama puluhan tahun.
Inovasi yang Membekas
Di bawah kepemimpinan keluarga Husein, SilverQueen menjadi pelopor cokelat batangan dengan kacang mede di Indonesia. Inovasi ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga diferensiasi—membuat SilverQueen punya identitas kuat dan mudah dikenali.
Konsistensi kualitas menjadi prinsip utama. Tanpa banyak iklan bombastis, SilverQueen tumbuh lewat kepercayaan konsumen.
Bergabung dengan Delfi Group
Memasuki fase ekspansi, PT Perusahaan Industri Ceres kemudian bergabung dengan Delfi Group, perusahaan makanan multinasional yang berbasis di Asia Tenggara. Meski kepemilikan berkembang, DNA SilverQueen tetap dijaga.
Produksi masih dilakukan di Indonesia, dan standar kualitas yang dirintis keluarga Husein tetap menjadi rujukan.
Minim Publikasi, Maksimal Dampak
Berbeda dengan banyak pendiri brand besar lainnya, keluarga Husein cenderung berada di balik layar. Tak banyak wawancara, tak sering muncul di media. Namun justru di situlah kekuatan mereka: fokus pada produk, bukan sorotan.
Hingga kini, SilverQueen tetap menjadi salah satu merek cokelat paling kuat di Indonesia—lintas generasi, lintas zaman.
Warisan yang Bertahan
Lebih dari 70 tahun sejak pertama kali diproduksi, SilverQueen masih berdiri kokoh di rak-rak toko. Warisan keluarga Husein bukan hanya sebuah merek, tetapi bukti bahwa pengusaha Indonesia mampu membangun brand ikonik dari daerah, dengan visi jauh ke depan.
Di balik bungkus perak yang sederhana itu, tersimpan cerita tentang keberanian, konsistensi, dan keyakinan bahwa produk lokal bisa menjadi legenda. (*)