Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

SilverQueen: Namanya Bule, Tapi Cokelat Asli Indonesia

30 December 2025

Bisnis Daily, PONTIANAK - Namanya kebarat-baratan, tapi kisahnya lahir dari tanah Priangan.  Di rak-rak minimarket, SilverQueen nyaris tak pernah absen. Bungkus peraknya mencolok, rasanya familiar, dan namanya lekat dengan berbagai momen personal: dari hadiah sederhana, tanda perhatian, hingga simbol perasaan yang sulit diucapkan. Namun di balik popularitasnya, tak banyak yang tahu bahwa SilverQueen adalah cokelat asli Indonesia—lahir, tumbuh, dan besar di negeri sendiri.

Berawal dari Garut

Kisah SilverQueen bermula pada awal 1950-an, di Garut, Jawa Barat. Di kota berhawa sejuk yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian itu, berdiri PT Perusahaan Industri Ceres, pabrik yang menjadi cikal bakal salah satu merek cokelat paling ikonik di Indonesia.

Pada masa itu, cokelat bukanlah produk yang mudah dijumpai. Ia identik dengan barang mahal dan konsumsi kalangan tertentu. Namun Ceres melihat peluang: menghadirkan cokelat berkualitas yang bisa dinikmati lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Dari visi itulah SilverQueen dilahirkan sebagai cokelat batangan dengan standar rasa yang tinggi.

Nama Internasional, Strategi Lokal

Nama “SilverQueen” sejak awal memang terdengar asing di telinga lokal. Namun justru di situlah letak strateginya. Brand ini sengaja dibungkus dengan citra elegan dan berkelas internasional, agar mampu bersaing dengan produk-produk impor yang mulai masuk ke Indonesia.

Strategi itu terbukti ampuh. SilverQueen tampil sebagai cokelat yang “terlihat mahal”, tetapi tetap bisa dibeli di warung, kios, dan minimarket. Perpaduan citra premium dan aksesibilitas inilah yang membuatnya cepat diterima pasar.

Inovasi Kacang Mede

Salah satu terobosan penting SilverQueen adalah menghadirkan cokelat dengan kacang mede. Di masanya, ini merupakan inovasi rasa yang berbeda dari cokelat batangan lain. Perpaduan manis cokelat dan gurih kacang mede menciptakan identitas rasa yang kuat—mudah dikenali dan sulit ditiru.

Varian ini pula yang kemudian menjadi ikon SilverQueen dan bertahan hingga sekarang, meski berbagai varian baru terus bermunculan.

Menjadi Bagian dari Delfi Group

Seiring waktu, SilverQueen berkembang pesat dan memasuki era industri yang lebih modern. PT Perusahaan Industri Ceres kemudian menjadi bagian dari Delfi Group, perusahaan multinasional yang mengelola berbagai merek cokelat dan makanan ringan di Asia Tenggara.

Meski berada di bawah naungan grup besar, SilverQueen tetap diproduksi di Indonesia. Pabriknya masih beroperasi di dalam negeri, menjaga kontinuitas kualitas sekaligus identitas lokal yang sudah melekat sejak awal.

Bungkus Perak yang Ikonik

Tak bisa dipisahkan dari SilverQueen adalah kemasan peraknya. Sederhana, tidak ramai warna, tapi justru itulah yang membuatnya mudah dikenali. Bungkus ini menjadi simbol konsistensi—bahwa SilverQueen tidak perlu banyak berubah untuk tetap relevan.

Bagi banyak orang, melihat bungkus perak SilverQueen sudah cukup memunculkan memori: masa sekolah, hadiah pertama, hingga momen-momen kecil yang berkesan.

Lebih dari Sekadar Cokelat

Di Indonesia, SilverQueen bukan hanya produk makanan. Ia sudah menjelma menjadi bagian dari budaya populer. Cokelat ini sering dianggap sebagai:

  • hadiah “aman” untuk berbagai kesempatan
  • simbol perhatian tanpa perlu kata-kata
  • cokelat wajib di momen-momen romantis

Di tengah gempuran merek global dan tren makanan baru, SilverQueen tetap bertahan—menunjukkan bahwa brand lokal dengan cerita kuat dan konsistensi kualitas bisa hidup lintas generasi.

SilverQueen membuktikan bahwa identitas lokal tak harus selalu tampil lokal. Dengan nama internasional, rasa yang khas, dan produksi dalam negeri, cocok untuk semua lidah lho. (*)

Top of Form

Bottom of Form

 

Prev Article
Laporan Khusus: Jejak Manis SilverQueen, dari Garut Menembus Dunia
Next Article
The Rise of AI-Powered Personal Assistants: How They Manage

Related to this topic: