Bisnis Daily, PONTIANAK - Di tengah kondisi ekonomi yang masih naik-turun, banyak pelaku usaha dan investor mulai bertanya: bisnis properti apa yang paling aman di 2026?
Jawabannya, bukan yang paling mewah, tapi yang paling dibutuhkan pasar.
Saat daya beli belum sepenuhnya pulih, masyarakat cenderung memilih properti yang realistis, terjangkau, dan fungsional. Inilah segmen yang justru bertahan saat pasar melambat.
1. Rumah Subsidi & Rumah Terjangkau
Segmen ini masih jadi primadona.
Rumah subsidi, rumah tipe kecil, dan perumahan harga terjangkau terus diburu, terutama oleh:
pasangan muda
pekerja baru
pembeli rumah pertama
Didukung program pemerintah, KPR bersubsidi, dan insentif pajak, segmen ini relatif paling stabil di tengah perlambatan.
Cocok buat developer kecil-menengah dan investor jangka panjang.
2. Kontrakan & Kos-Kosan Strategis
Bisnis sewa masih jadi ladang aman.
Selama masih ada:
mahasiswa
pekerja rantau
karyawan proyek
maka kontrakan dan kos akan tetap hidup.
Lokasi dekat kampus, rumah sakit, kawasan industri, dan pusat kota jadi kunci utama.
Untungnya mungkin nggak instan, tapi konsisten.
3. Ruko Kecil & Kios UMKM
Ruko besar mulai sepi, tapi ruko kecil dan kios UMKM justru bertahan.
Banyak pelaku usaha kecil butuh tempat jualan, gudang, atau base online shop. Ruko ukuran kecil di kawasan ramai masih punya pasar.
Cocok buat investor yang cari passive income.
4. Gudang & Properti Logistik
Ini segmen yang lagi naik diam-diam 📦
Seiring berkembangnya e-commerce dan bisnis online, kebutuhan gudang kecil-menengah makin tinggi, terutama di pinggiran kota dan jalur distribusi.
Potensi jangka panjangnya besar.
5. Rumah Konsep Hemat & Ramah Lingkungan
Hunian minimalis, hemat listrik, dan ramah lingkungan mulai diminati, terutama generasi muda.
Rumah dengan:
ventilasi bagus
pencahayaan alami
desain simpel
lebih cepat laku dibanding rumah besar tapi boros. (*)